Pemimpin Oposisi Israel Yair Lapid Sebut Klaim Kemenangan Netanyahu hanya Omong Kosong

harianfajar
5 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, TEL AVIV—Klaim kemenangan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dianggap hanya omong kosong.

Netanyahu tak mampu meraih kemenangan dalam perang melawan Iran dan terus menerus gagal, meskipun sesumbar sebaliknya, untuk mencapai perubahan nyata di Timur Tengah.

Demikian pernyataan Pemimpin Oposisi Yair Lapid pada Selasa dalam tanggapannya terhadap pidato Netanyahu yang disiarkan televisi pada jam tayang utama.

Dalam pidato video perdana menteri tersebut, ia membual tentang prestasi Israel dalam perang melawan Iran, serta “10 wabah” — merujuk pada hari raya Paskah, yang dimulai Rabu malam — yang menurutnya telah ditimpakan Israel kepada Republik Islam dan proksi regionalnya.

“Netanyahu tidak mampu mencapai resolusi strategis,” kata Lapid, memperingatkan dikutip dari Times of Israel.

Ia menegaskan itu meskipun terus mendukung perang di Iran dan Lebanon. Ia juga percaya bahwa sudah saatnya Israel mengakui fakta bahwa Netanyahu sama sekali tidak mampu.

Netanyahu menyampaikan pidato lain yang menyatakan bahwa ia telah mengubah Timur Tengah.

Namun, “satu kata hilang dari pidato ini: hampir. Anda hampir mengubah Timur Tengah, dan pada akhirnya selalu terbukti bahwa itu tidak berubah,” tambah Lapid.

Meskipun tentara dan masyarakat telah menunjukkan keberanian dan ketahanan, “orang yang gagal memenuhi perannya, berulang kali, adalah Netanyahu sendiri,” lanjut pemimpin oposisi itu.

“Sebelum 7 Oktober [2023], Hizbullah menembakkan roket ke arah kami dari Lebanon,” katanya.

“Hari ini, Hizbullah menembakkan roket ke arah kami dari Lebanon,” tegasnya.

“Sebelum 7 Oktober, Hamas menguasai Gaza dan memiliki pasukan puluhan ribu orang,” kata Lapid.

“Hari ini, Hamas menguasai Gaza dan memiliki pasukan puluhan ribu orang,” tegasnya.

“Sebelum 7 Oktober, Iran memiliki pemimpin tertinggi bernama Khamenei,” lanjutnya, merujuk pada pemimpin Iran yang terbunuh, Ali Khamenei, yang dibunuh oleh Israel dalam serangan pembuka perang saat ini.

“Hari ini, Iran memiliki pemimpin tertinggi bernama Khamenei,” canda Lapid, merujuk pada putra mendiang pemimpin tertinggi, Mojtaba, yang sejak itu terpilih sebagai pemimpin baru Republik Islam.

Alih-alih meraih kemenangan, Netanyahu lanjut dia telah “membongkar kami dari dalam,” tuduh pemimpin oposisi itu, mengecam pemerintah karena mencoba “mencuri NIS 800 juta ($255 juta) dari warga Israel” untuk pendidikan Haredi dan berupaya mengesahkan undang-undang yang membebaskan siswa yeshiva dari wajib militer selama kekurangan tenaga kerja IDF.

“Tadi malam, setelah mereka sudah tahu bahwa empat tentara telah tewas di Lebanon, Ben Gvir dan teman-temannya membuka sampanye di ruang sidang Knesset dan merayakannya,” kata Lapid, merujuk pada perayaan menteri keamanan nasional sayap kanan atas pengesahan undang-undang yang mewajibkan hukuman mati bagi warga Palestina yang dihukum karena serangan teror mematikan.

“Pada malam Paskah, saatnya untuk keluar dari perbudakan menuju kebebasan dan mengganti pemerintahan yang mengerikan ini,” Lapid menyimpulkan. (amr)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Stabil Rp 4.500, PGN Dorong BBG Jadi Opsi Ekonomis bagi Kendaraan
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Iran Pertimbangkan Bom Pangkalan Militer Inggris yang Digunakan AS Lancarkan Serangan
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
5 Daftar Jalur Masuk PTN Masih Dibuka, Ada SNBT, Mandiri, hingga Ketua Osis
• 6 jam laludisway.id
thumb
Pemerintah Tetapkan WFH Bagi ASN Setiap Hari Jumat untuk Hemat Energi
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Golkar Dorong Negara Jamin Masa Depan Anak 3 Prajurit RI yang Gugur di Lebanon
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.