Iran Pertimbangkan Bom Pangkalan Militer Inggris yang Digunakan AS Lancarkan Serangan

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran tengah mempertimbangkan kemungkinan pangkalan militer Inggris menjadi target sah Teheran setelah digunakan oleh pesawat pengebom AS dalam serangan ke negara Timur Tengah tersebut. Hal itu diungkapkan oleh Duta Besar Iran untuk London, Seyed Ali Mousavi.

"Ini adalah masalah yang sangat penting yang sedang kami pertimbangkan. Ini adalah masalah yang sangat penting untuk mempertahankan diri kami," kata Mousavi kepada surat kabar Times pada Selasa (31/3/2026).

Baca Juga
  • Iran, Houthi, Hizbullah Kompak Bombardir Israel Sejak Pagi Ini
  • Ditemui Dubes Iran, Jokowi Doakan Rakyat Iran Menang
  • Tolak Gencatan Senjata, Ini Syarat Mutlak Iran Jika AS-Israel Ingin Akhiri Perang

Duta Besar itu menyambut baik "sikap awal" Perdana Menteri Inggris Keir Starmer untuk tidak ikut dalam "tindakan kriminal Amerika dan rezim Israel." Otorisasi London bagi pesawat pengebom AS untuk lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Fairford dapat mengubah situasi, katanya.

"Bagian militer dari sistem kami akan memutuskan dengan tepat. Itu tergantung pada aktivitas Anda. Itu tergantung pada keputusan Inggris terkait masalah ini. Setiap opsi harus dipertimbangkan. Kami sangat berhati-hati dan teliti dalam membela diri," imbuh Mousavi.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Fairford adalah satu-satunya pangkalan di Eropa untuk pesawat pengebom strategis AS, yang sebelumnya telah diluncurkan dari sana untuk menyerang Irak dan Yugoslavia. Saat ini, serangan udara dari pangkalan tersebut menargetkan Iran.

Iran telah menyerang wilayah Israel dan sasaran militer AS di Timur Tengah sebagai balasan atas operasi militer gabungan yang diluncurkan oleh AS dan Israel pada 28 Februari. Hari pertama aksi militer tersebut menjadi saksi gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, sementara sebuah sekolah perempuan di Iran selatan juga dibom. Iran memperkirakan jumlah korban tewas mencapai lebih dari 1.300 orang.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara, Sputnik-OANA, RIA Novosti
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Italia Keok dari Bosnia, Gagal ke Piala Dunia
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Kisah Heroik Pasukan Hantu Laut TNI Dibombardir Tank Merkava Israel di Lebanon
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
Ngeri! Madam Pang Malu-Malu Mengaku, Thailand Dirumorkan Akan Naturalisasi 2 Pemain Swedia setelah Lolos ke Piala Asia 2027
• 36 menit lalubola.com
thumb
Hikmahanto Apresiasi Respons Dubes RI untuk PBB yang Tegaskan Indonesia Tidak Butuh Alasan Israel
• 6 menit lalukompas.tv
thumb
PAN: Tidak Naiknya Harga BBM untuk Jaga Daya Beli Masyarakat
• 20 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.