Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menyebut praktik pungutan liar (pungli) di sejumlah destinasi wisata selama libur Lebaran 2026 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
"Dan kami pantau tahun ini jauh lebih rendah daripada tahun sebelumnya terkait dengan informasi adanya pungli dan kenaikan atau ketok harga di destinasi wisata ataupun juga hotel dan sebagainya sehingga kami sampaikan bahwa di libur Lebaran 2026 ini berjalan dengan baik dan cukup positif pertumbuhannya," kata Ni Luh di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (1/4).
Meski menurun, Ni Luh mengaku pihaknya masih menerima sejumlah laporan terkait pungli di beberapa daerah, termasuk Banten.
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama pemerintah daerah.
"Karena kan destinasi di daerah atau daya tarik pariwisata di daerah itu, itu di bawah kewenangan dari kepala daerah atau pemerintah daerah. Sehingga kami langsung koordinasikan seperti Banten misalnya," ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Banten telah mengambil langkah dengan mengeluarkan aturan untuk mencegah praktik pungli selama periode Lebaran.
"Gubernur Banten itu sudah mengeluarkan aturan dalam bentuk surat edaran terkait dengan tidak boleh ada pungli selama libur Lebaran ini. Dan tidak ada kenaikan harga yang tidak rasional begitu selama libur Lebaran," tandas dia.





