Grid.ID - Beauty Influencer Tasya Farasya diketahui telah resmi bercerai dari Ahmad Assegaf pada November 2025 lalu. Di balik keputusan besar itu, Tasya ternyata sudah lebih dulu memikirkan banyak hal, terutama yang berkaitan dengan kondisi anak-anaknya.
Sebelum resmi berpisah, Tasya mengaku sudah beberapa kali mempertimbangkan dampak perceraian terhadap anak-anaknya. Bahkan, ia juga sempat mencari bantuan profesional untuk mendapatkan pandangan yang lebih tepat.
“Aku udah consider (tentang anak) beberapa kali gitu kan, terus aku juga sempat konsultasi ke psikolog anak juga. Dan emang kesimpulannya rumah tangga itu enggak akan berhenti," ujarnya dikutip dari YouTube @c8Podcast pada Rabu (1/4/2026).
Dari hasil konsultasi tersebut, Tasya memahami bahwa perceraian bukan berarti keluarga benar-benar berakhir. Menurutnya, hubungan dalam rumah tangga tetap akan terus berjalan meski status suami dan istri telah berubah.
Ia menilai, yang terpenting bukan hanya soal bersama atau berpisah, melainkan bagaimana peran orang tua tetap hadir dalam kehidupan anak. Hal itu yang kemudian menjadi pegangan Tasya dalam menghadapi situasi rumah tangganya.
“Jadi walaupun orang tuanya berpisah, rumah tangga itu tetap ada. Sosok Ayah tetap ada, sosok Ibu tetap ada, komunikasi tetap lancar," katanya.
Tasya menegaskan bahwa dirinya dan mantan suami tetap harus memastikan anak-anak tidak kehilangan figur ayah maupun ibu. Baginya, kehadiran kedua orang tua tetap menjadi hal yang sangat penting meski mereka sudah tidak lagi bersama.
“Dan yang penting di rumah tangga itu, kedua anakku ini enggak kehilangan sosok ayah dan sosok ibunya walaupun udah berpisah," lanjutnya.
Dalam proses ini, Tasya juga melihat bahwa kedua anaknya memiliki respons yang berbeda. Hal itu terlihat dari cara mereka memahami situasi yang sedang terjadi di dalam keluarga.
“Kalau anak aku yang cowok umurnya 3 tahun masih enggak ngerti, nah yang cewek dia tuh empatinya tinggi banget. Jadi dia udah ada rasa segan gitu buat nanya-nanya," ucapnya.
Melihat hal tersebut, Tasya memilih untuk menjelaskan kondisi rumah tangganya kepada anak dengan cara yang sederhana. Ia berusaha menggunakan kalimat yang mudah dimengerti agar sang anak bisa menerima situasi itu dengan lebih tenang.
“Akhirnya aku komunikasikan kalau ‘Mama sama Baba itu udah pisah, tapi kasih sayang kita tuh ke kalian nggak berubah‘ gitu," tuturnya.
Kini, Tasya menyadari bahwa putrinya memiliki empati yang sangat tinggi dan cenderung memendam perasaannya sendiri. Karena itu, ia sedang berusaha membantu sang anak agar bisa lebih terbuka dan tidak merasa harus ikut menanggung beban emosional yang ada.
“Dia tuh jaga perasaan aku, Maryam itu big empath banget, benar-benar sangat tinggi empatinya. Jadi aku ngerasa dia tuh memikul beban empati yang aku enggak bisa diemin,” ungkapnya.
“Dan sekarang aku lagi dalam proses bikin dia tuh jadi lebih terbuka, lebih free dan enggak perlu merasa menanggung ini semua gitu. Karena ini udah urusan mama aja gitu,” tutupnya. (*)
Artikel Asli



