Pantau - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman meminta pemerintah memastikan tidak ada lagi petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang gugur saat bertugas dengan memperkuat standar keselamatan kerja.
Desakan Penguatan Peralatan dan KeselamatanAlex menegaskan pentingnya perlengkapan keselamatan yang memadai mengingat tingginya risiko pekerjaan pemadam karhutla.
Ia mengatakan, "Nyawa itu sangat berharga, karenanya perlengkapan keselamatan itu sangat penting tersedia dan dipakai secara lengkap saat bertugas."
Permintaan ini disampaikan menyusul wafatnya personel Regu 4 Manggala Agni Daops Siak, Muharmizan (44), usai menjalankan tugas pemadaman di Kabupaten Bengkalis, Riau, pada 30 Maret 2026.
Ia juga menyinggung insiden sebelumnya yang menimpa Ipda Donald Junus Halomoan yang gugur saat menangani karhutla pada Agustus 2025.
Alex mengungkapkan, "Almarhum gugur saat bertugas menangani karhutla di Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir."
Ia turut meminta Kementerian Kehutanan memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh petugas di lapangan serta menyelidiki penyebab gugurnya personel hingga tuntas.
Kondisi Karhutla dan Upaya Penanganan di RiauBerdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, terdeteksi 21 titik api yang tersebar di sejumlah wilayah.
Sejumlah titik api masih aktif di Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hilir, dan Bengkalis dengan kondisi asap tebal sehingga proses pemadaman terus berlangsung.
Di Kota Dumai dan Indragiri Hulu, sebagian titik api dilaporkan telah padam dan sisanya dalam tahap pendinginan.
Bengkalis menjadi wilayah dengan titik api terbanyak dengan delapan titik yang masih aktif dan memerlukan penanganan intensif.
Upaya pemadaman dilakukan dengan berbagai metode termasuk penyekatan menggunakan alat berat untuk mencegah api meluas.
Alex juga menekankan pentingnya perlindungan asuransi kesehatan dan keselamatan kerja serta pemeriksaan kesehatan berkala bagi personel guna meminimalkan risiko kecelakaan kerja.




