Dedi Mulyadi Turun Tangan Selamatkan Bandung Zoo, Pemprov Jabar Siap Tanggung Pakan dan Gaji Pegawai

grid.id
8 jam lalu
Cover Berita

Grid.IDDedi Mulyadi kini turun tangan selamatkan Bandung Zoo. Pemprov Jabar siap tanggung pakan sampai gaji pegawai.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan siap memberikan bantuan pakan dan dukungan operasional untuk hewan dan petugas di Bandung Zoo atau Kebun Binatang Bandung. Bagaimana langkahnya?

Terbaru, Dedi Mulyadi turun tangan selamatkan Bandung Zoo. Pemprov Jabar siap tanggung pakan sampai gaji pegawai.

Langkah tersebut diambil setelah dua ekor anak harimau benggala ditemukan mati di Kebun Binatang Bandung. Dedi mengungkapkan rasa prihatin atas peristiwa itu dan berharap tidak ada lagi satwa yang menjadi korban di Bandung Zoo.

“Saya tidak mau lagi ada korban berikutnya,” ujar Dedi, dikutip dari TribunJabar.id.

Dedi juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap turun tangan apabila pihak pengelola Bandung Zoo mengalami kendala dalam memenuhi kebutuhan operasional, khususnya terkait pakan satwa serta kesejahteraan para perawat hewan.

Menurutnya, bantuan tersebut akan diberikan jika memang dibutuhkan demi memastikan kelangsungan hidup satwa di kebun binatang tersebut tetap terjaga.

“Kalau kemudian seluruh hewan itu memerlukan bantuan logistik untuk kebutuhan pangan mereka dan pegawainya yang penting bisa bekerja, kita bersedia,” katanya.

Pemprov Jabar bahkan siap membantu kebutuhan rutin bulanan bagi para petugas yang mengurusi hewan jika kondisi keuangan pengelola kebun binatang tidak memungkinkan.

“Misalnya ada berapa pengurus hewan di situ, kita tidak ada pendapatan, kita bersedia membantu dalam setiap bulan,” katanya.

Selain itu, Dedi juga memastikan kesiapan Pemprov Jabar untuk membantu kebutuhan pakan hewan, termasuk daging untuk satwa karnivora seperti harimau.

 

“Ada berapa kebutuhan untuk hewan itu makan? Kita bersedia membantu,” ucapnya.

Bahkan, Dedi mengaku sempat menawarkan solusi alternatif untuk mengurus hewan-hewan di Kebun Binatang Bandung agar tetap mendapatkan pakan dan perawatan optimal.

“Saya dulu sampai menawarkan, kalau mau dititipkan di tempat saya, titipkan dulu. Saya bikinkan, saya kasih makan tiap hari dengan baik,” ucapnya.

Sebagai langkah awal, Dedi meminta agar segera dilakukan pendataan menyeluruh terkait kondisi operasional di Bandung Zoo, mulai dari jumlah pegawai hingga kebutuhan pakan satwa setiap harinya.

“Saya hari ini mau minta untuk segera diidentifikasi pegawainya berapa, gajinya dalam setiap bulan berapa, ada berapa orang, kemudian kebutuhan dagingnya berapa dalam setiap hari,” katanya.

Pendataan tersebut, kata Dedi, diperlukan agar pemerintah dapat menentukan bentuk bantuan yang tepat guna memastikan kesejahteraan satwa dan keberlangsungan operasional kebun binatang.

“Ini harus segera dilakukan hari ini,” ucapnya.

Selanjutnya, Dedi menyampaikan bahwa salah satu langkah nyata yang sudah dilakukan adalah memindahkan tanggung jawab pembayaran gaji karyawan. Saat ini, para pekerja di kebun binatang tersebut telah terdaftar sebagai tenaga kerja di bawah Pemerintah Kota Bandung.

"Gaji mereka sudah ditanggung Pemkot Bandung, di bawah wali kota. Mulai gajian tanggal 25 April," jelasnya, dikutip dari Kompas.com.

Ia juga memastikan gaji yang sempat tertunggak akan diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara bertahap.

"Untuk gaji yang belum terbayarkan, nanti hari Jumat mulai dicicil oleh Pemprov Jabar," tambah Dedi.

 

Dalam peninjauan tersebut, Dedi juga memastikan kondisi satwa tetap terjaga, termasuk kecukupan pakan dan nutrisi.

"Hewannya makanannya cukup? Cukup! Nutrisinya nanti juga dapat dukungan dari Bank Jabar Peduli," ungkapnya.

Selain itu, tenaga medis dan paramedis yang terdampak akan memperoleh tambahan pendapatan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, setelah selama dua bulan terakhir tidak menerima gaji.

Dedi menekankan bahwa kebun binatang memiliki fungsi penting sebagai sarana pembelajaran, khususnya bagi anak-anak. Ia pun berharap Bandung Zoo bisa segera kembali dibuka untuk masyarakat umum.

"Semoga kebun binatang cepat dibuka untuk umum, supaya pengunjung bisa datang lagi dan jadi sarana edukasi," ujarnya.

Namun sebelum kembali beroperasi, proses penunjukan pengelola baru masih terus berjalan. Pemerintah pun membuka peluang melalui mekanisme seleksi atau lelang bagi pihak-pihak yang tertarik.

"Pengelolanya sedang dalam proses kompetisi. Siapa yang berminat silakan, tapi harus punya sertifikasi. Mengelola kebun binatang itu tidak mudah," ujar Dedi. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pembatasan Pengguna BBM Subsidi Dibatasi 50 Liter/Hari untuk Kendaraan Pribadi
• 12 jam lalunarasi.tv
thumb
Tailan dan Tajikistan Segel Tiket Putaran Final Piala Asia 2027
• 19 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pemain PSM Bikin Timnas Filipina “Menangis”, Gagal Lolos Piala Asia 2027 Usai Ditahan Imbang Tajikistan
• 15 jam laluharianfajar
thumb
Pamit Cari Ikan, Nelayan di Pacitan Ditemukan Tewas usai Terseret Ombak
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
Bagaimana Menekan Populasi Ikan Sapu-sapu yang Menginvasi Sungai di Jakarta?
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.