FAJAR, MAKASSAR – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar menggelar kegiatan Halalbihalal yang sarat makna, tidak hanya sebagai tradisi pasca-Idul Fitri, tetapi juga sebagai momentum memperkuat silaturahmi, konsolidasi akademik, serta arah pengembangan sumber daya manusia unggul di Indonesia Timur.
Dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, Dekan FMIPA menegaskan bahwa “the power of silaturrahmi” menjadi fondasi utama dalam membangun kekuatan institusi. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen baru yang telah bergabung, sebagai energi baru dalam pengembangan akademik dan riset.
Lebih jauh, Dekan mengungkapkan bahwa FMIPA tengah memperkuat sarana dan prasarana, khususnya untuk program pascasarjana, termasuk pengusulan program doktor (S3) baru yang diarahkan untuk memperkuat riset di Kawasan Timur Indonesia (KTI).
Salah satu langkah konkret adalah upaya penyediaan perpustakaan digital di lantai 3, yang diharapkan menjadi pusat literasi ilmiah modern berbasis teknologi.
Dengan penuh semangat, ia menutup dengan tagline yang menggugah: “Kita bersama kita maju, kita bercerai kita mundur.”
Sementara itu, Rektor UNM, Prof. Dr. Farida Patitingi, S.H., M.Hum., dalam arahannya menegaskan bahwa FMIPA merupakan salah satu kekuatan utama universitas, dengan SDM yang luar biasa—banyak guru besar, serta alumni dan dosen yang tersebar dan berkarya di berbagai institusi strategis.
Menurutnya, FMIPA memiliki tanggung jawab besar dalam melahirkan SDM unggul yang dibutuhkan bangsa, bahkan dunia, khususnya dalam mempersiapkan tenaga pengajar dan tenaga pendidik dalam bidang pendidikan sains.
Rektor juga menyoroti pentingnya pembinaan mahasiswa secara intensif. Ia menegaskan bahwa setiap dosen idealnya membina minimal tiga mahasiswa dan mengajak mereka terlibat dalam riset, sehingga lahir karya akademik yang berdampak.
Untuk itu, UNM akan menyiapkan skema riset bagi dosen baru dengan kewajiban melibatkan mahasiswa dalam setiap judul penelitian.
“Kita ingin membangun ekosistem akademik yang produktif dan kolaboratif,” ujarnya.
Selain itu, dana BOPTN akan diarahkan untuk peningkatan kapasitas mahasiswa, sementara program strategis juga tengah disiapkan untuk memproyeksikan alumni UNM menjadi pemimpin masa depan yang produktif bagi bangsa dan negara.
Dalam konteks pengembangan SDM dosen, Rektor menyampaikan rencana kebijakan bahwa dosen di bawah usia 40 tahun akan didorong melanjutkan studi S3 di luar negeri. Sementara bagi dosen di atas usia tersebut, akan diupayakan untuk mengikuti program peningkatan wawasan global melalui visiting academic dan short course internasional.
Ia juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masukan, ide, bahkan kritik, selama disampaikan dengan nilai-nilai kearifan lokal dan karakter bangsa Indonesia.
Dengan penuh penekanan, Rektor menyampaikan tagline reflektif: “Jangan bergerak kalau tidak maju, jangan maju kalau tidak sampai, jangan sampai kalau tidak pada tujuan.”
Dan sebagai penutup pesan moral: “Jangan berhenti melakukan kebaikan—untuk diri, keluarga, agama, bangsa, dan negara, khususnya untuk UNM.”
Dalam tausiyah Halalbihalal, Prof. Dr. Andi Aderus, Lc., M.A., Wakil Rektor II UIN Alauddin Makassar, menyampaikan refleksi spiritual yang mendalam tentang kehidupan manusia dan pencatatan amal.
Ia menegaskan bahwa setiap amal manusia tercatat secara rapi dan berjenjang, tidak mungkin tertukar. Dalam perspektif teologis, ia menjelaskan bahwa seluruh data kehidupan tersimpan dalam Lauhul Mahfudz, sementara di bumi terdapat pusat pencatatan yang disebut Baitul ‘Izzah.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa manusia pada hakikatnya memiliki “rekaman” atas seluruh aktivitasnya—tidak ada satu pun perbuatan, sekecil apa pun, yang luput dari pencatatan.
Pesan ini menjadi pengingat kuat bagi seluruh civitas akademika untuk terus menjaga integritas, kejujuran, dan kualitas amal dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas akademik.
Kegiatan Halalbihalal ini bukan sekadar ajang seremonial, tetapi menjadi ruang konsolidasi nilai—antara spiritualitas, akademik, dan visi masa depan. Dari silaturahmi yang kuat, diharapkan lahir energi kolektif untuk membawa FMIPA dan UNM melangkah lebih maju, berdaya saing global, serta tetap berakar pada nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan.





