Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, menegaskan serangan Israel yang menewaskan tiga prajurit TNI di Lebanon tidak berkaitan dengan keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BOP).
“Kita semua tahu bahwa ini perbuatan Israel yang tidak memandang kemanusiaan dan perdamaian. Siapa pun yang menghalangi akan dihajar,” kata JK usai menghadiri peluncuran Petisi Keadilan Hotel Sultan di Jakarta Pusat, Rabu (1/4).
JK menilai, keberadaan Indonesia dan Israel dalam satu forum seperti BOP tidak relevan dengan insiden tersebut.
Ia menegaskan, prajurit TNI yang bertugas di Lebanon menjalankan misi di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Tidak ada urusannya dengan BOP. Ini mandat PBB. Jadi apa yang dilakukan di sana adalah tugas perdamaian dunia,” ujarnya.
Menurut JK, serangan terhadap pasukan perdamaian bukan hal baru dalam konflik yang melibatkan Israel. Ia menyinggung kondisi di Gaza sebagai contoh.
“Ini sifat Israel memang begitu. Di Gaza, puluhan ribu orang meninggal, ratusan ribu luka. Jadi memang cara komandannya begitu,” terangnya.
Sebelumnya, tiga prajurit Pasukan Penjaga Perdamaian Indonesia gugur akibat serangan Israel di Lebanon di dua lokasi berbeda.
Insiden pertama terjadi di Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3), yang menewaskan Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon serta melukai dua prajurit lainnya.
Sementara itu, insiden kedua terjadi di dekat Bani Hayyan pada Senin (30/3), yang menewaskan Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5544067/original/074262000_1775047990-IMG_3564.jpeg)
