Bisnis.com, JAKARTA—Emiten industri manufaktur kendaraan hulu dan hilir migas PT Nusatama Berkah Tbk. (NTBK) menyambut rencana pemerintah memacu penggunaan kendaraan listrik di tengah fluktuasi harga minyak global.
Dodi Sentot, Sekretaris Perusahaan NTBK, menyampaikan transformasi menuju kendaraan listrik di Indonesia diperkirakan memasuki fase percepatan. Hal itu seiring dengan sinyal kuat dari pemerintah dalam mendorong konversi kendaraan berbasis bahan bakar menjadi listrik.
Mengutip pernyataan Presiden Prabowo Subianto penggunaan kendaraan listrik mulai dari motor, mobil, hingga truk dan traktor akan menjadi game changer. Pernyataan tersebut dinilai sebagai indikasi arah kebijakan nasional yang berpotensi membawa dampak luas terhadap industri otomotif, logistik, hingga sektor pendukung kendaraan niaga.
“Selain dorongan kebijakan, faktor efisiensi menjadi salah satu katalis utama dalam percepatan adopsi kendaraan listrik,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Berdasarkan sejumlah simulasi, penggunaan kendaraan listrik dapat menekan biaya operasional hingga sekitar 20% dibandingkan kendaraan berbasis bahan bakar konvensional. Hal ini dinilai menjadi daya tarik utama, khususnya bagi sektor logistik dan distribusi yang sangat sensitif terhadap struktur biaya.
Oleh karena itu, sambung Dodi Sentot, permintaan terhadap kendaraan listrik di segmen niaga diperkirakan akan meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Baca Juga
- Adira Finance (ADMF) Ungkap Tantangan Utama Salurkan Pembiayaan Kendaraan Listrik
- Menilik Proyeksi Penjualan Kendaraan Listrik di Tengah Isu Harga BBM Naik
- Produsen Ban Hankook Dorong iON ke Pasar Kendaraan Listrik
Perubahan menuju kendaraan listrik tidak hanya berdampak pada produsen kendaraan, tetapi juga sektor pendukung seperti karoseri.
Kendaraan listrik untuk kebutuhan logistik membutuhkan penyesuaian desain, distribusi bobot, serta integrasi sistem baterai dan komponen kelistrikan. Hal ini membuka peluang bagi perusahaan karoseri untuk berperan dalam proses transisi tersebut.
Dalam konteks ini, NTBK yang bergerak di bidang karoseri memiliki posisi strategis untuk menangkap peluang dari meningkatnya kebutuhan kendaraan niaga berbasis listrik.
Menurut Dodi Sentot, dengan pengalaman di sektor karoseri, NTBK berpotensi melakukan adaptasi melalui pengembangan produk maupun menjalani kerja sama strategis dalam ekosistem kendaraan listrik.





