JAKARTA, KOMPAS.com - Bau menyengat menyerupai kotoran manusia menyelimuti kawasan Jalan Karang Bolong Raya hingga Jalan Ancol Barat I, Ancol, Jakarta Utara. Aroma tak sedap ini bahkan menembus masker dan dikeluhkan warga serta pengendara yang melintas setiap hari.
Bau tersebut diduga berasal dari aliran kali selebar 15 hingga 20 meter yang membentang di sepanjang lokasi, serta dari saluran selokan di sekitarnya.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lapangan, bau tak sedap itu terasa sangat kuat terutama pada siang hari. Sejumlah pengendara tampak menutup hidung saat melintas karena tidak tahan dengan aroma menyengat tersebut.
Baca juga: Puluhan Penonton Lemas di Konser Ancol, Manajemen Siap Evaluasi Total
Bahkan, bau itu tetap tercium meski menggunakan masker.
Salah satu pengendara, Erna (27), mengaku hampir setiap hari mencium aroma tak sedap dari kali dan selokan di kawasan tersebut. Ia pun khawatir terhadap dampak kesehatan.
"Pakai masker aja tetap kecium, takutnya sih kena penyakit, karena tiap hari lewat sini," ucap Erna ketika diwawancarai di lokasi, Selasa (31/3/2026).
Menyengat di siang hariPedagang soto bernama Udin (49), mengatakan sangat terganggu dengan aroma tak sedap tersebut saat pertama kali berjualan di lokasi tersebut. Namun, setelah lima tahun berjualan di sekitar kali dan selokan, ia mengaku mulai terbiasa dengan bau tersebut.
"Saya seringnya ke sini siang jam 11.00 WIB baunya. Cuma ibaratnya saya sudah biasa di sini, jadi sudah enggak begitu kecium karena hidungnya sudah kebal," ungkap Udin ketika diwawancarai di lokasi, Selasa.
Menurut Udin, orang yang baru pertama kali atau jarang melintas di lokasi itu hampir selalu mengeluhkan bau menyengat tersebut.
Bahkan, beberapa pembelinya memilih tidak makan di tempat karena tidak tahan dengan bau dari selokan.
"Kadang ada orang ngeluh ke saya ini bau apa, sampai enggak mau duduk di sini ada, enggak jadi makan di sini juga ada," tutur Udin.
Ia mengaku khawatir terhadap dampak kesehatan akibat terus-menerus menghirup bau tak sedap tersebut. Namun, di sisi lain, lokasi berjualannya cukup strategis sehingga tetap dipertahankan.
Baca juga: Pengangkutan Sampah Pasar Induk Kramat Jati Segera Diambil Alih Swasta
Sementara itu, seorang pekerja bernama Refi (42) mengaku sudah terbiasa dan tidak terlalu khawatir.
"Kalau saya enggak takut, karena sudah kebal dan terbiasa gitu aja," tutur dia di lokasi, Selasa.
Refi mengatakan, kondisi kali dan selokan yang mengeluarkan bau menyengat sudah terjadi selama bertahun-tahun. Ia menduga bau tersebut berasal dari pencemaran limbah, mengingat kawasan itu dikelilingi sejumlah pabrik.




