MALANG, KOMPAS.TV - Di SPBU kawasan Sulfat Kota Malang Rabu siang, meski terlihat ada antrean pembelian bbm namun hal tersebut masih terlihat wajar. Hal ini berbeda dengan kemarin saat ada isu rencana kenaikan harga bbm pada 1 april yang membuat antrean panjang.
Menurut warga, ada kepanikan dari masyarakat dengan isu rencana kenaikan harga bbm sehingga mereka panik dan berbondong bondong membeli bbm sebelum harga naik. Meski rencana kenaikan harga bbm tidak terbukti, namun beberapa warga berharap di tengah kondisi ekonomi saat ini pemerintah tidak menaikkan harga bbm.
Menurut mereka, kenaikan harga bbm akan berimbas pada seluruh sektor karena roda perekonomian sangat ditentukan oleh harga bahan bakar minyak. Namun sebagian masyarakat mengaku pasrah dengan kondisi saat ini.
"Kalo bisa jangan jadi naik, soalnya sekarang masyarakat bawah ini cukup berat, cari penghasilan susah, jadi kalau bisa jangan naik." Kata Habid.
Meski pemerintah pusat memastikan tidak ada kenaikan harga bbm pada 1 april, namun masyarakat masih was was jika dalam waktu dekat harga bbm tiba tiba naik.
Penulis : KompasTV-Malang
Sumber : Kompas TV
- warga panic buying
- kenaikan harga BBM
- dampak perang
- berita Malang





