Emiten pertambangan timah milik negara, PT Timah Tbk (TINS), melaporkan capaian operasional produksi biji timah sepanjang tahun 2025.
Meski mencatatkan volume yang signifikan, perseroan mengakui adanya selisih antara realisasi di lapangan dengan angka yang tercatat secara administratif, akibat kendala legalitas pada aset sitaan.
Direktur Utama PT Timah Restu Widiyantoro merinci performa produksi perseroan dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR.
Menurutnya, terdapat hambatan administratif yang membuat angka produksi belum dapat terserap sepenuhnya ke dalam laporan tahunan.
“Produk kami atau biji timah kami dari yang tadinya ditargetkan untuk RKAP 2025 itu adalah 21.500 ton, itu 2025 tercapai 18.000."
"Harusnya bisa tercapai 20.000 ton, tetapi karena proses administrasi, karena sebagian besar yang kami dapat dari pemerintah itu adalah smelter maupun timah-timah sitaan."
"Sampai dengan hari ini hampir satu tahun belum selesai proses administrasi kenegaraannya sehingga hampir 2.000 ton biji timah belum bisa diakomodir dimasukkan dalam akhir tahun 2025,” jelas Restu di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Restu menambahkan, secara riil, volume biji timah tersebut sudah tersedia, namun masih menunggu ketuntasan proses di instansi terkait.
“Sehingga dalam produksi kami masih tercatat 18.000 yang seharusnya memang di lapangan atau secara riil sudah ada 2.000 ton lagi, tetapi secara administrasi belum selesai di pemerintah, dalam hal ini masih dalam proses dari pemerintah dan dari kejaksaan,” imbuhnya.
Performa Keuangan
Sejalan dengan angka produksi tersebut, perseroan juga mencatatkan pertumbuhan pada sisi pendapatan dan laba bersih.
“Pendapatan perusahaan itu meningkat 13, 14 triliun, ulangi maaf, 12 triliun untuk pendapatan."
"Kemudian keuntungan bersih dari perusahaan kami 1,1 atau mendekati 1,2 triliun untuk tahun 2025,” ungkap Reatu.
Direktur Pengembangan Usaha PT Timah Suhendra Yusuf Ratu menyatakan, manajemen terus berupaya melakukan akselerasi, guna memastikan target operasional ke depan berjalan sesuai rencana.
Fokus perseroan saat ini adalah memastikan seluruh proses produksi, termasuk koordinasi administratif, dapat berjalan lebih efektif.
“Kami menyampaikan pada kesempatan ini, Pak, berdasarkan hasil dari riset dan juga program strategis yang kami paparkan tadi, kami berupaya memastikan kegiatan operasional, rencana produksi dapat berjalan sesuai dengan target,” papar Suhendra.
Baca Juga: PT Timah Bidik 100 Koperasi untuk Tertibkan Tambang di 2026
Manajemen PT Timah menyatakan, meskipun terdapat kendala administratif pada tahun 2025, perseroan tetap optimis terhadap keberlanjutan operasional perusahaan pada periode mendatang.
Penertiban tata niaga dan optimalisasi produksi menjadi prioritas utama, guna memperkuat posisi perusahaan dalam industri pertimahan nasional. (*)





