REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebutkan tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon bakal segera dipulangkan ke Indonesia. Dirinya sudah menginstruksikan Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Brigjen Iwan Bambang Setiawan untuk mempercepat proses kepulangan.
Ketiga prajurit TNI yang gugur dalam peristiwa tersebut ialah Praka Farizal Rhomadhon. Ia gugur pada Ahad (29/3/2026) sekitar pukul 20.44 WIB waktu Lebanon saat terjadi serangan di Markas Pasukan Perdamaian Indobatt UNP 7-1 Desa Achid Alqusayr, Lebanon. Sedangkan Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur pada Senin (30/3/2026).
Kedua prajurit itu meninggal dalam peristiwa ledakan saat saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU) dalam rangka tugas memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post_m (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1.
"Akan segera kita urus pemulangan ke Indonesia. Diurus pemulangannya oleh Komandan PMPP, nanti Komandan PMPP ada yang berangkat ke sana," kata Panglima TNI usai takziah ke rumah duka Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar di Kota Cimahi, Rabu (1/4/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}Dirinya mengatakan, ketiga prajurit yang gugur itu akan mendapatkan santunan risiko kematian khusus (SRKK) dari PT ASABRI Rp350 juta, beasiswa untuk anak-anaknya Rp30 juta, sekolah akan diperhatikan sampai besar dan gaji 12 bulan 100 persen diberikan hingga jaminan hari tua dihitung terhitung mulai tugas.
Mereka juga mendapatkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) atau Kenaikan Pangkat Anumerta. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk penghormatan negara atas dedikasi dan pengorbanan prajurit yang tewas dalam sebuah misi perdamaian. "Kami memberikan KPLB kepada seluruhnya," ucap Panglima TNI.
Tragedi di kawasan Timur Tengah itu juga menyebabkan lima prajurit TNI lainnya mengalami luka. Mereka ialah Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, Praka Arif Kurniawan, Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana serta Praka Deni Rianto. Panglima TNI menyebutkan prajurit yang mengalami luka mendapat perawatan yang baik di sebuah rumah sakit di Lebanon.
"Untuk kondisi di rumah sakit, dirawat dengan baik. Kita doakan semua pulih," ucap Jenderal Agus.
Dirinya melanjutkan, tragedi serangan yang menyebabkan tiga prajurit TNI gugur dan lima lainnya mengalami luka-luka tentunya menjadi kabar duka bagi seluruh rakyat Indonesia.
"Kami di TNI mengucapkan turut duka cita yang mendalam. Ini adalah prajurit-pranurit TNI terbaik yang sedang melaksanakan misi perdamaian di Lebanon," kata Jenderal Agus.




