Mualem Kecam Pengeroyokan Warga Aceh di Polda Metro Jaya, Desak Kapolri Turun Tangan

matamata.com
4 jam lalu
Cover Berita

Matamata.com - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem, mengecam keras aksi pengeroyokan terhadap Faisal Amsco, warga Kota Langsa, Aceh. Insiden tersebut terjadi di lingkungan Polda Metro Jaya pada Kamis (26/3) pekan lalu.

"Atas nama Gubernur Aceh dan seluruh rakyat Aceh, saya mengecam keras aksi pengeroyokan ini," tegas Mualem dalam keterangan tertulisnya di Banda Aceh, Selasa (1/4/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Mualem usai mengunjungi korban yang tengah menjalani pemulihan di kediamannya di Jakarta Selatan, Senin (30/3) malam.

Kejadian bermula saat Faisal menghadiri agenda konfrontasi di ruang RPK PPA Polda Metro Jaya bersama kuasa hukumnya. Namun, di lokasi yang seharusnya steril tersebut, korban justru menjadi sasaran kekerasan.

Mualem mengaku sangat kecewa lantaran insiden pengeroyokan yang diduga melibatkan preman bayaran itu terjadi di dalam markas kepolisian. Menurutnya, kejadian ini mencederai rasa keadilan dan marwah institusi penegak hukum.

"Kantor polisi ini merupakan tempat orang mendapat perlindungan. Kenapa bisa terjadi hal seperti ini kalau bukan karena pembiaran?" ujar Mualem.

Merespons hal itu, Mualem meminta Kapolri Jenderal Polisi memberikan atensi khusus. Ia mendesak penegakan hukum dilakukan secara transparan dan tegas terhadap siapa pun yang terlibat, termasuk aktor intelektual maupun oknum aparat jika terbukti melakukan pembiaran.

"Kami mengharapkan Kapolri memberikan atensi khusus. Tindak tegas para pelaku, tokoh intelektual, serta oknum aparat yang turut terlibat," tambahnya.

Mualem memperingatkan bahwa penanganan kasus yang tidak serius dapat meruntuhkan kepercayaan publik, khususnya masyarakat Aceh, terhadap kepolisian. Ia juga meminta jaminan perlindungan maksimal bagi korban dan saksi selama proses hukum berjalan.

Di akhir pernyataannya, Mualem mengajak tokoh-tokoh Aceh di Jakarta untuk bersama-sama mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia khawatir jika tidak segera diselesaikan, muncul rasa tidak aman bagi warga Aceh di perantauan. (Antara)

Baca Juga
  • DPR Ingatkan Pemerintah Evaluasi Berkala Kebijakan WFH ASN Setiap Jumat


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tikus di Boks MBG Bikin Heboh di SMKN 8 Semarang, Sebagian Makanan Tercemar
• 9 jam laludetik.com
thumb
Perkuat Ketahanan Energi, Indonesia Teken 3 Perjanjian dengan Korea Selatan
• 45 menit lalutvrinews.com
thumb
Berkaca dari Kasus Amsal Sitepu, Ide adalah Komponen Penting dalam Industri Kreatif
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Presiden Prabowo Tiba di Seoul, Disambut Hangat dan Penuh Kebanggaan oleh Diaspora Indonesia
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Wamenhub Ungkap Penggunaan Jet Pribadi Meningkat di Momen Lebaran 2026
• 4 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.