PBNU Seharusnya Bersuara Lantang Merespons Kasus Andrie Yunus

jpnn.com
5 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JOMBANG - Pengasuh Ponpes Mamba'ul Ma'arif, Denanyar, Jombang, KH Abdussalam Shohib menyesalkan tidak adanya respons dari Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) dalam kasus aktivis hak asasi manusia Andrie Yunus.

Menurut Gus Salam, apa yang terjadi pada Andrie Yunus merupakan pembungkaman paksa dan pembunuhan demokrasi.

BACA JUGA: Ingin Periksa Andrie Yunus Korban Penyiraman Air Keras, TNI Surati LPSK

"PBNU dengan jargon ‘melanjutkan pemikiran Gus Dur’ seharusnya bersuara lantang melihat kualitas demokrasi di Indonesia dibungkam. Semestinya PBNU melalui perangkatnya, LBH PBNU dan Ansor bisa menjadi garda terdepan untuk bersuara dan melakukan pembelaan. Meneruskan sikap Gus Dur yang dikenal sebagai pembela kebebasan berpendapat, keberpihakan dan afirmasinya terhadap masyarakat sipil yang tertindas," katanya, Rabu (1/4).

Gus Salam mengatakan dirinya mulai khawatir penanganan kasus Andrie Yunus tidak transparan.

BACA JUGA: Temuan TAUD di Kasus Andrie Yunus Mengejutkan, Diduga Bukan 4 Pelaku, Waduh

"Kekhawatiran menguat karena identifikasi awal terduga pelaku ada perbedaan nama dan jumlah antara kepolisian dan Puspom TNI, terlebih temuan tim advokasi independen masyarakat sipil bahwa terduga pelaku lapangan hingga mencapai 16 orang," ujarnya.

"Tidak hanya khawatir, tetapi memantik kecurigaan publik. Karena, mundurnya Kepala Badan Intelijen Strategis TNI Letjen TNI Yudi Abrimantyo sebagai tanggung jawab moral, menjadi fakta," imbuh Gus Salam.

BACA JUGA: KontraS: Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus Harus Diungkap Hingga Struktur Komando Atas

Wakil Ketua PWNU Jawa Timur priode 2018-2023 itu mengingatkan bahwa kewajiban negara adalah melindungi segenap tumpah darah dan menggunakan sumber daya sebesar-besarnya untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat demi keadilan dan kemanusiaan.

"Jadi, masyarakat kritis merupakan pilar pendukung tegaknya demokrasi. Hubungan negara dan rakyat diikat dengan hak asasi manusia sesuai kepribadian bangsa. Sebagaimana dalam agama bahwa maqoshid asy-syari’ah; pengaturan tata cara hidup dimaksud untuk melindungi nyawa (hifdzun nafs), melindungi kewarasan akal-kesehatan berpikir (hifdzul aqli), dan lain-lain," tutur Gus Salam.

"Maka, membuka kasus Andrie Yunus melalui penyelidikan yang mendalam atau melalui tim pencari fakta bersifat independen, akan menjadi jawaban dan meredakan kecurigaan publik," imbuhnya. (*/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lewat TJSL, TASPEN Group Bangun Rumah Layak Huni bagi ASN dan Masyarakat
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Terbanyak Nasional, 8.915 Murid Jatim Lolos KIP-K dalam SNBP 2026
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Video: Houthi Klaim Serang Israel, Libatkan Iran dan Hizbullah
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Efisiensi Perjalanan Dinas Dipangkas, Pemerintah Dorong Transformasi Kerja dan Hemat Energi Nasional
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Kakek 78 Tahun Ditemukan Tewas Mengambang di Dermaga Petrokimia Gresik
• 8 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.