Purbaya Tambah Rp100 T Buat Subsidi BBM, Defisit APBN Diramal 2,9%

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (5/12/2026). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menyiapkan anggaran tambahan subsidi BBM untuk PT Pertamina (Persero). Tujuannya demi menghadapi potensi harga minyak dunia yang masih bergejolak, dengan harga jual di dalam negeri yang tak mengalami perubahan.

Sebagaimana diketahui, harga minyak mentah dunia saat ini masih terus bergerak di kisaran atas US$ 100 per barel, jauh di atas asumsi APBN 2026 US$ 70 per barel. Namun, kemarin pemerintah memastikan tak akan ada perubahan harga jual BBM di dalam negeri hingga saat ini.


Baca: Drone Serang Bandara Internasional Kuwait, Tangki BBM Terbakar Hebat

Purbaya mengatakan, anggaran tambahan yang disiapkan itu di kisaran Rp 90 triliun sampai dengan Rp 100 triliun sampai akhir 2026. Anggaran subsidi BBM itu di luar pagu nilai subsidi dan kompensasi energi yang dalam APBN 2026 senilai Rp 381,3 triliun.

"Rp 90 triliun sampai Rp 100 triliun lah, itu subsidi, kompensasi lain lagi kan hitungannya," kata Purbaya saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Angka ini pun kata dia membuat pemerintah kini telah memperhitungkan defisit APBN 2026 akan terkerek dari target 2,68% menjadi 2,9% dari produk domestik bruto (PDB). Mempertimbangkan asumsi harga minyak mentah dunia sampai akhir 2026 sebesar US$ 100 per barel.

"Kita mindset dengan asumsi harga minyak tinggi terus dan rata-rata US$ 100 sepanjang tahun. Kita lakukan kebijakan sehingga defisitnya terkendali di 2,9%," paparnya.

Meski begitu, Purbaya menegaskan, untuk sementara ini, harga BBM yang saat ini masih ditahan belum akan menguras anggaran subsidi dan kompensasi energi dalam APBN 2026.

Baca: Harga BBM Terbaru di ASEAN: Singapura Termahal, RI Paling Murah?

Ia mengatakan, untuk sementara ini, harga BBM yang tak mengalami perubahan itu sepenuhnya ditanggung oleh PT Pertamina (Persero). "Sementara sepertinya Pertamina, sementara ya," kata Purbaya.

Purbaya menjelaskan, likuiditas Pertamina kini ruangnya lebih longgar untuk menghadapi tekanan harga minyak, karena pemerintah telah makin cepat membayar tunggakan pembayaran subsidi maupun kompensasi.

"Dia mampu karena sekarang pembayaran dari pemerintah kan lancar, dan kompensasi kita bayar tiap bulan 70% terus menerus," ungkap Purbaya. "Jadi keuangan Pertamina amat baik, untuk absorb itu untuk jangka waktu pendek enggak masalah," tegasnya.

Baca: Harga BBM Gak Naik, Purbaya Bakal Tambah Rp100 Triliun Buat Subsidi


(arj/arj) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Pertamina Pastikan Harga BBM 1 April 2026 Tetap Sama

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kunjungan ke Jepang, Presiden Prabowo Kantongi Investasi Ratusan Triliun
• 18 jam lalueranasional.com
thumb
Meski Timnas Indonesia Gagal Juara, Dony Tri Pamungkas Akui Dapat Pengalaman Luar Biasa Selama Main di FIFA Series 2026
• 1 jam lalubola.com
thumb
Bukan Buat Dimakan, Ikan Sapu-Sapu Baiknya Jadi Pakan dan Pupuk
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Pejabat Madya dan Pratama Dilarang WFH Setiap Jumat
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Avtur Bergejolak, Jalan Panjang Bioavtur Jelantah Jadi Penolong
• 23 menit lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.