Bagi pelari, medali yang didapatkan dalam sebuah event adalah simbol perjuangan. Nggak mudah buat dapatkan medali tersebut, ada usaha dan keringat yang terlibat dalam perjalanannya. Karena itu, medali jadi salah satu kebanggaan pelari.
Sejumlah member komunitas teman kumparan Running Club pun mengaku bahwa medali adalah hal berharga, karena menyimpan cerita yang tak terlupakan. Mereka bahkan punya medali favorit karena perjuangan buat dapatinnya nggak mudah.
Kira-kira, medali apa aja yang jadi kebanggaan teman kumparan Running Club? Yuk, dengerin cerita mereka di bawah ini.
Medali Lari Paling Berkesan Bagi teman kumparanBerikut cerita inspiratif teman kumparan Running Club mendapatkan medali lari yang paling berkesan bagi mereka.
1. Medali Soekarno Run 2026Medali Soekarno Run 2026 sangat berkesan bagi Dyah Rachmanti Utomo (40), sebab ini event lari pertamanya bareng anak. Kehadiran anak membuatnya lebih bersemangat menyelesaikan tantangan.
“Event pertama bareng anakku, bisa saling support di race bareng kloningan aku tuh ternyata bikin nge-boost semangat,” ujar Dyah.
Untuk mendapatkan medali tersebut, Syah mengaku konsisten latihan dengan target minimal tiga kali lari dan satu kali strength training tiap minggunya. “Ternyata aku bisa nembus batasku sendiri, ternyata kalau konsisten latihan aku bisa melampaui hal yang dulu cuma bisa aku bayangin,” ucapnya.
2. Medali Herbalife Run 2025 dan Planet Sports Run 2026Rio Fajar Utomo (36) mengungkapkan ada dua medali yang berkesan baginya. Pertama, medali Herbalife Run 2025 yang merupakan event 10K pertamanya. Kedua, medali Planet Sports Run 2026 yang membuatnya mencapai Personal Best.
Perjuangan untuk mendapatkan dua medali itu nggak mudah sama sekali. “Perjuangan untuk Herbalife Run dan Planet Sports Run sama-sama melelahkan dan waktunya hanya 2-3 bulan, apalagi Planet Sports Run persiapannya sekitar 2 bulan saja,” ceritanya.
3. Medali Oppo Run 2025Bagi Rachmat Hidayat (32), medali Oppo Run 2025 sangat spesial karena merupakan event pertamanya. Di tengah keterbatasan budget saat itu, Rachmat mengusahakan yang terbaik untuk berangkat ke Bali dari Jakarta untuk mengikuti event lari ini.
“Naik kereta Jakarta-Surabaya lanjut naik bus Surabaya-Bali, lokasi penginapan yang terbilang tidak dekat dan ngide banget nyewa motor di h-1 di mana ternyata lagi ada perayaan Kemuning jadi banyak yang tutup rentalnya,” kenang Rachmat.
Itulah mengapa medali tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Rachmat. “Setiap liat medali itu, jujur banget selalu berkata kapan bisa ikut race di sana (Bali) lagi dan dengan event yang berbeda,” tuturnya.
4. Medali BFI Run 2025Victra (35) memilih medali BFI Run 2025 sebagai favoritnya, karena event tersebut menjadi Half Marathon pertamanya. Dalam ajang itu, ia berhasil memecahkan rekor diri sendiri dengan catatan waktu finish 2 jam 10 menit.
“Kalau lihat medali ini sekarang, saya jadi merasa bangga aja pada diri sendiri, lebih menghargai pencapaian diri sebaik dan semampu yang bisa saya lakukan,” ujarnya.
Ayo gabung komunitas teman kumparan Running Club untuk info event Fun Run terdekat di http://kum.pr/running




