Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengungkapkan eskalasi konflik di Timur Tengah berdampak signifikan terhadap sektor pariwisata Indonesia.
Dalam periode 28 Februari hingga 28 Maret 2026, potensi kehilangan mencapai 60.752 kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dengan nilai devisa sekitar Rp 2,04 triliun.
“Dalam periode 29 hari dari 28 Februari hingga 28 Maret 2026, terdapat enam titik asal penerbangan yang terdampak yaitu Abu Dhabi, Doha, Dubai, Jeddah, Madinah dan Muscat. Secara total, terdapat 770 penerbangan dibatalkan dengan potensi kehilangan 60.752 kunjungan wisatawan mancanegara dan 2,04 triliun rupiah devisa,” ujar Widiyanti saat rapat kerja dengan Komisi VII di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/4).
Ia memperingatkan, jika kondisi berlanjut hingga akhir tahun, dampaknya bisa jauh lebih besar.
“Apabila kondisi ini berlanjut hingga akhir tahun, potensi dampak diperkirakan mencapai 1,44 hingga 1,68 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan Rp 48,3 hingga Rp 56,5 triliun rupiah devisa,” lanjutnya.
Dampak Konflik: Penerbangan hingga Harga MinyakWidiyanti menjelaskan, gangguan utama berasal dari penutupan wilayah udara Iran akibat meningkatnya ketegangan geopolitik.
“Ketegangan geopolitik yang terjadi sejak akhir Februari 2026 khususnya penutupan wilayah udara Iran telah berdampak langsung pada pembatalan penerbangan menuju Indonesia. Hal ini berisiko menurunkan kunjungan wisatawan terutama dari segmen long haul dan high spenders,” ungkapnya.
Selain itu, kenaikan harga minyak dunia turut memperburuk situasi dengan meningkatkan biaya perjalanan.
“Selain disrupsi penerbangan, ketegangan ini juga mendorong kenaikan harga minyak dunia yang berdampak langsung pada biaya transportasi. Kenaikan biaya perjalanan ini berpotensi menekan permintaan perjalanan wisata, baik domestik maupun internasional,” ujar Widiyanti.
“Saat ini harga minyak mentah meningkat sebesar 52,21% dari US dolar 67,02 per barel sebelum konflik menjadi 102,01 per barel pada 30 Maret 2026,” lanjut dia.
Kenaikan harga tersebut berdampak pada tarif transportasi, termasuk angkutan laut dan penerbangan internasional.
“Kenaikan ini telah direspons oleh pelaku industri melalui penyesuaian tarif transportasi laut feri rute Singapura-Batam yang merupakan salah satu pintu masuk utama wisatawan mancanegara asal Singapura, naik 15,79% dari 76 dolar Singapura menjadi 88 dolar Singapura untuk perjalanan pulang pergi,” jelasnya.
“Maskapai penerbangan mulai menaikkan fuel surcharge, antara lain Air India sebagai national carrier India yang merupakan salah satu penyumbang utama wisatawan mancanegara ke Indonesia, menaikkan fuel surcharge sebesar 50%. Cathay Pacific sebagai maskapai hub non Timur Tengah juga penting untuk konektivitas global, menaikkan fuel surcharge sebesar 105%,” sambung dia.
Strategi PemerintahMeski terdampak, pemerintah tetap menargetkan kunjungan wisman 2026 tetap tercapai di kisaran 16 hingga 17,6 juta kunjungan.
“Di tengah tantangan ini, Kementerian Pariwisata tetap berkomitmen untuk mencapai target 16 hingga 17,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2026. Sebagai langkah mitigasi, kami telah menyiapkan penyesuaian strategi dengan fokus pada pergeseran target pasar,” ujar Widiyanti.
“Namun implementasinya akan dilakukan secara bertahap seiring perkembangan situasi geopolitik ke depan, besar harapan kami situasi segera membaik,” tambah dia.
Adapun strategi yang disiapkan meliputi:
Penguatan pasar wisata short haul dan medium haul
Optimalisasi maskapai non Timur Tengah
Kampanye digital untuk mendorong permintaan wisata
Penyelenggaraan cross border events
Penguatan wisata Nusantara
“Adapun arah strategi yang telah disiapkan meliputi penguatan pasar short haul dan medium haul yang lebih resilient dan memiliki potensi tinggi. Kedua, optimalisasi maskapai non Timur Tengah khususnya untuk rute-rute langsung ke Eropa dan Amerika guna menjaga konektivitas long haul,” ucap Widiyanti.
“Ketiga, kampanye digital yang masif untuk mendorong permintaan perjalanan ke Indonesia. Keempat, penyelenggaraan cross border events di wilayah perbatasan untuk menarik wisatawan dari negara tetangga tanpa menimbulkan strain di kapasitas penerbangan. Dan juga, penguatan promosi wisata Nusantara untuk menjaga pergerakan wisatawan Nusantara dan tingkat hunian hotel,” tutupnya.




