EtIndonesia. Setelah fasilitas milik Emirates Global Aluminium (EGA) dan Aluminium Bahrain diserang oleh Iran, harga aluminium melonjak mendekati level tertinggi dalam hampir empat tahun terakhir.
Menurut laporan BBC News, pada Senin (30 Maret), harga aluminium di London Metal Exchange naik lebih dari 3% menjadi 3.401 dolar AS per ton. Aluminium banyak digunakan dalam produk elektronik, kemasan, konstruksi, dan kendaraan.
Emirates Global Aluminium menyatakan bahwa pabriknya di Abu Dhabi mengalami “kerusakan signifikan”, sementara Aluminium Bahrain mengatakan masih mengevaluasi tingkat kerusakan fasilitasnya. Serangan udara mendadak ini membuat pasokan aluminium global langsung menghadapi ancaman serius.
Kawasan Teluk Persia (seperti Uni Emirat Arab dan Bahrain) menyumbang sekitar 9% dari pasokan aluminium primer dunia. Kini, bukan hanya pabrik yang rusak, tetapi jalur distribusi juga terhambat.
Seorang analis investasi, Ye Yushuo, menyatakan bahwa aluminium adalah logam yang sangat boros energi dan sulit digantikan. Jika kapasitas produksi menurun, akan sulit untuk segera menutup kekurangan tersebut dalam jangka pendek. Ia memperkirakan bahwa di bawah tekanan gangguan pasokan, harga aluminium di LME sangat mungkin menembus rekor tertinggi tahun 2022.
Sebagai perbandingan, setelah Rusia menginvasi Ukraina, harga aluminium pada Maret 2022 sempat melonjak hingga melampaui 4.000 dolar AS per ton. (Hui)
Sumber : NTDTV.com





