Upaya Presiden Prabowo Subianto memperkuat kerja sama investasi, khususnya dalam mendorong hilirisasi industri sebagai prioritas nasional, serta memperkokoh posisi Indonesia dalam rantai pasok global saat lawatannya ke Jepang pekan ini.
Lewat keterangan resmi Presiden Republik Indonesia, Prabowo telah bertemu dengan 13 pimpinan perusahaan besar Jepang di Tokyo. Pertemuan itu dikatakan menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah untuk memperkuat kerja sama investasi.
“Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama investasi strategis, khususnya dalam mendorong hilirisasi industri sebagai prioritas nasional serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global,” urai Sekretaris Kabinet, Selasa (31/3).
Sejumlah pimpinan perusahaan terkemuka Jepang dari Toyota Motor Corporation, Mitsubishi Corporation, dan Panasonic Group, serta berbagai perusahaan strategis lainnya dari sektor energi, keuangan, perdagangan, hingga farmasi.
Pada kesempatan itu, Presiden Prabowo mendorong para investor Negeri Sakura itu untuk makin aktif memperluas investasi di Indonesia, terutama pada sektor hilirisasi yang memiliki nilai tambah tinggi.
Tatap muka tersebut juga menjadi kelanjutan dari capaian investasi signifikan yang diraih sebelumnya, dengan nilai komitmen lebih dari Rp 380 triliun. Diklaim sebagai tingginya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Sesi lainnya di Tokyo, Presiden Prabowo turut menekankan pemanfaatan energi bersih dan terbarukan di Indonesia. Serta menyinggung percepatan adopsi kendaraan listrik murni atau battery electric vehicle (BEV).
"Dengan upaya-upaya ini, kita akan berada dalam posisi yang aman untuk menghadapi ketidakpastian apa pun yang ada. Kita sedang mempertimbangkan semua bentuk energi bersih dan terbarukan," kata Prabowo saat forum bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo, Senin (30/3).
Prabowo menambahkan, kendati Indonesia memiliki cadangan batu bara yang besar dan dapat dimanfaatkan sebagai pilihan terakhir bila negara dalam keadaan darurat energi nasional, namun diversifikasi sumber energi yang lebih ramah lingkungan tetaplah dibutuhkan.
"Kita ingin memperluas semua upaya di sektor-sektor ini, dan itulah mengapa, saya pikir kita sedang bergerak maju dengan pesat menuju kendaraan listrik dan sepeda motor listrik. Saat ini kita memiliki sekitar 140 juta sepeda motor, tetapi masih menggunakan bensin. Ini adalah salah satu aspek yang ingin kita ubah dengan sangat cepat," ucapnya.
Sebelumnya ia sempat menyinggung pabrikan Jepang yang cukup berhati-hati beralih ke kendaraan listrik murni, terutama di Indonesia. "Toyota ini kan masih belum mau ke arah listrik," ujar Prabowo di Hambalang, Bogor awal Maret ini.




