Kubu Pecah, Trump Mau Hentikan Perang, Netanyahu Ingin Terus Serang Iran

viva.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

VIVA –Amerika Serikat dan Israel tampaknya tidak lagi sepaham soal rencana mereka terkait masa depan perang di Iran. Jika Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington bisa menghentikan serangan militernya terhadap Iran dalam dua hingga tiga minggu, bahkan tanpa kesepakatan dari Teheran. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu justru menegaskan negaranya akan melanjutkan serangan militernya dan berjanji untuk terus menghancurkan rezim Iran.

Pernyataan kedua pemimpin itu muncul setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut negaranya memiliki kemauan untuk mengakhiri perang, asalkan musuh-musuhnya menjamin konflik tidak akan kembali terjadi.

Baca Juga :
AS Respons Khotbah Paus Leo soal Tuhan Tolak Doa Pemimpin Suka Perang: Apa Salahnya Berdoa?
Israel Kembali Serang Selatan Beirut, Komandan Senior Hizbullah Jadi Target

Lantas seperti apa pernyataan kedua pimpinan negara tersebut? Melansir laman NDTV, Rabu 1 April 2026, Trump mengatakan AS bisa menghentikan serangan militernya terhadap Iran dalam dua hingga tiga minggu, dan Teheran tidak harus membuat kesepakatan sebagai syarat agar konflik mereda.

“Kami akan pergi segera,” ujarnya di Gedung Putih pada hari Selasa.

Dia menambahkan bahwa penarikan bisa terjadi dalam dua hingga tiga minggu.

”Mungkin dua minggu, mungkin tiga,” kata dia lebih lanjut.

Saat ditanya apakah diplomasi yang berhasil dengan Iran menjadi syarat bagi AS untuk mengakhiri apa yang disebutnya sebagai Operation Epic Fury, Trump menjawab tidak.

“Iran tidak harus membuat kesepakatan, tidak,” katanya. “Tidak, mereka tidak harus membuat kesepakatan dengan saya.”

Sebelumnya, Trump sempat berubah-ubah soal apakah Washington akan meningkatkan perang yang mengguncang ekonomi dunia mungkin dengan menurunkan pasukan darat AS atau mencoba mengakhirinya melalui negosiasi dengan Teheran. Ia juga pernah mengancam akan memperkuat operasi militer jika Teheran tidak menerima kerangka gencatan senjata 15 poin dari AS, yang di antaranya menuntut Iran tidak mengembangkan senjata nuklir, menghentikan semua pengayaan uranium, dan membuka kembali Selat Hormuz sepenuhnya.

Namun pada hari Selasa, Trump mengatakan tanggung jawab menjaga jalur strategis itu seharusnya berada pada negara-negara yang bergantung padanya, bukan AS.

”Tidak ada alasan bagi kami untuk melakukannya,” kata dia menegaskan.

Keputusan Trump ini muncul setelah beberapa hari frustrasi dengan sekutu-sekutu yang enggan memberikan dukungan lebih dalam upaya perang AS. Pada hari yang sama, ia bahkan mengatakan kepada Inggris dan sekutu Eropa lainnya untuk mencari minyak sendiri.

Baca Juga :
Warga Negara Iran Dilarang Transit dan Masuk Wilayah UEA
Dubes Iran Sambangi Jokowi di Solo, Apa yang Dibahas?
Israel Bantah Serangan di Lebanon, Tuding Hizbullah Bertanggung Jawab, Simak Kronologi Serangan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Salat Jumat dan Jumat Agung Barengan, Istiqlal-Katedral Adem dan Kondusif
• 3 jam laludetik.com
thumb
Pemkot Mataram Siapkan Skema Kerja 4 Hari
• 16 jam lalutvrinews.com
thumb
Kurang dari Sebulan 5.000 Flash Charging BYD Beroperasi, Isi Penuh Cuma 9 Menit
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
RI Siap Uji Sistem Peringatan Gempa, Beri Jeda 20 Detik untuk Evakuasi
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pascagempa M 7,6 di Sulut, Layanan Telekomunikasi Pulih Total Kurang dari 24 Jam
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.