MALANG (Realita) - Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya berkolaborasi dengan Mobula Project Indonesia dalam kegiatan praktisi mengajar pada 26–27 Januari 2026 di Malang.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat kompetensi mahasiswa sekaligus menghubungkan pembelajaran akademik dengan isu konservasi laut yang sedang dihadapi.
Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Cagar Alam Pulau Sempu, FPIK UB Bekali Mahasiswa Perspektif Konservasi
Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga dibekali praktik langsung monitoring hiu dan pari melalui pendataan di kawasan Muncar, Banyuwangi, khususnya di TPI Brak Muncar yang menjadi titik strategis pengumpulan data pendaratan. Dari sini, mahasiswa belajar memahami kondisi riil di lapangan, mulai dari identifikasi spesies hingga pengolahan data yang menjadi dasar penting dalam kebijakan konservasi.
Berbagai tantangan nyata turut menjadi bahan pembelajaran, seperti masih terbatasnya kemampuan identifikasi spesies, pencatatan ukuran yang belum seragam, hingga pengelolaan data yang belum optimal. Melalui program ini, mahasiswa dilatih untuk lebih adaptif, kritis, dan siap terjun langsung dalam menjawab kebutuhan lapangan.
Baca juga: FPIK UB Dorong Generasi Muda Peduli Laut Berkelanjutan melalui Kuliah Umum “Cerita Laut dan Masa Depannya”
Materi pembelajaran juga dikemas aplikatif dengan mengintegrasikan mata kuliah seperti meteorologi laut, ilmu kelautan, dan analisis geospasial. Mahasiswa bahkan diperkenalkan dengan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk memetakan habitat dan wilayah potensial konservasi, sehingga pengalaman belajar terasa lebih relevan dan kontekstual.
Baca juga: Tiga Departemen FPIK UB Tembus Top 5 SINTA, Bukti Mutu Akademik Kian Melesat
Lebih dari sekadar kegiatan akademik, kolaborasi ini juga mencerminkan kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals. Upaya ini tidak hanya mendorong penguatan pendidikan dan riset berbasis kemitraan (SDG 17), tetapi juga membuka peluang pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pengelolaan sumber daya laut yang lebih berkelanjutan (SDG 1). Dengan pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya menjadi pembelajar, tetapi juga bagian dari solusi dalam menjaga ekosistem laut sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat.
Editor : Redaksi





