TEHERAN, KOMPAS.TV – Eskalasi konflik di Timur Tengah kian meningkat setelah Islamic Revolutionary Guard Corps mengklaim meluncurkan lebih dari 100 rudal berat dan drone serang dalam gelombang serangan terbaru ke Israel dan posisi militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Dalam pernyataan resminya yang disiarkan media pemerintah Iran, Rabu (1/4/2026), IRGC menyebut serangan tersebut juga melibatkan sedikitnya 200 roket tambahan yang ditembakkan oleh jaringan sekutu yang mereka sebut sebagai “front perlawanan”.
Serangan itu dilaporkan menyasar berbagai titik di Israel, serta sejumlah instalasi militer AS di kawasan Teluk, termasuk fasilitas yang menampung pasukan AS di Bahrain dan unit helikopter AS di pangkalan al-Adiri di Kuwait.
Baca Juga: Trump Klaim Perang Iran Bakal Selesai dalam 2-3 Pekan, Sebut Teheran Bakal Kembali ke Zaman Batu
IRGC bahkan mengeklaim satu helikopter berhasil dihancurkan dalam serangan tersebut.
“Serangan akan terus berlanjut dengan intensitas dan kekuatan penuh,” demikian pernyataan IRGC, dikutip dari Al Jazeera.
Di tengah eskalasi tersebut, pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyampaikan pujian kepada kelompok Hizbullah.
Dalam pernyataan tertulis yang dikutip media Iran, Khamenei menyebut para pemimpin Hizbullah sebagai simbol “keteguhan, kesabaran, dan perlawanan” dalam menghadapi apa yang ia sebut sebagai “musuh terburuk dunia Islam”.
Pernyataan ini memperkuat indikasi bahwa peran Hizbullah semakin sentral dalam dinamika konflik yang melibatkan Iran dan Israel.
Serangan Balasan AS-Israel Hantam Industri Baja IranSementara itu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan balasan yang menyasar infrastruktur strategis Iran.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- serangan Iran ke Israel
- IRGC rudal Iran
- konflik Iran Israel 2026
- serangan Iran ke pangkalan AS
- Hizbullah Lebanon Israel
- serangan Israel ke Iran





