FAJAR, MAKASSAR — Penyerang PSM Makassar, Sheriddin Boboev, menunjukkan mental Siri Na Pacce saat membawa Timnas Tajikistan mengamankan tiket ke Piala Asia 2027.
Dalam laga penentuan Grup A melawan Timnas Filipina di Stadion Markazii, Selasa (31/3/2026), Boboev tampil sebagai pembeda. Sempat tertinggal lebih dulu, Tajikistan bangkit lewat gol sang striker yang mencetak penyama kedudukan jelang turun minum. Skor 1-1 cukup untuk memastikan langkah mereka ke putaran final.
Kunci Lolos dari Grup
Hasil imbang tersebut membuat Tajikistan mengoleksi poin yang sama dengan Filipina, yakni 14. Namun, keunggulan selisih gol memastikan mereka finis sebagai pemuncak klasemen dan berhak melaju ke putaran final. Ini menjadi partisipasi kedua Tajikistan sejak merdeka dari Uni Soviet pada 1991—sebuah pencapaian yang semakin mengukuhkan perkembangan sepak bola negara tersebut.
“Mudik” yang Berbuah Manis
Momen ini terasa spesial bagi Boboev. Di tengah suasana libur Lebaran, ia tidak sekadar pulang kampung, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi negaranya. Gol tersebut menjadi simbol dedikasi sekaligus bukti kualitas striker berusia 26 tahun itu di level internasional.
Secara statistik, tambahan gol ini memperkaya catatan Boboev menjadi 4 gol dari 28 caps bersama tim nasional—angka yang mungkin belum spektakuler, tetapi menunjukkan konsistensi perannya sebagai penyerang pekerja keras.
Harapan untuk PSM Makassar
Kontribusi Boboev tentu menjadi kabar baik bagi PSM. Di tengah posisi tim yang masih belum sepenuhnya aman di klasemen, ketajaman sang striker sangat dibutuhkan.
Saat ini, Pasukan Ramang tengah mempersiapkan diri menghadapi laga krusial melawan Persis Solo di Stadion BJ Habibie, Parepare. Momentum positif dari level internasional diharapkan bisa terbawa ke kompetisi domestik.
Apalagi, dengan persaingan ketat dan jarak poin yang tipis dari zona degradasi, setiap gol bisa menjadi penentu nasib tim.
Spirit Siri Na Pacce di Lapangan
Lebih dari sekadar gol, performa Boboev mencerminkan nilai yang sangat lekat dengan kultur Sulawesi Selatan: Siri Na Pacce—harga diri dan solidaritas. Ia tidak hanya bermain untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk tim, negara, dan kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Jika semangat itu terus terjaga, bukan tidak mungkin Boboev akan menjadi salah satu kunci PSM Makassar bertahan—bahkan bangkit—di sisa musim ini.





