Buku Baru Ungkap Perasaan Ratu Elizabeth II Ditinggal Mati Pangeran Philip

tabloidbintang.com
4 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Ratu Elizabeth II dilaporkan merasa “sangat marah” karena suaminya, Pangeran Philip, meninggal dunia tanpa sempat mengucapkan selamat tinggal kepadanya.

Klaim ini diungkap dalam sebuah buku biografi terbaru yang mengulas kehidupan pribadi pasangan kerajaan tersebut, termasuk perjuangan kesehatan dan masa isolasi mereka menjelang akhir hayat.

Elizabeth, yang wafat pada usia 96 tahun pada 2022, dan Philip, yang meninggal pada usia 99 tahun, menjadi fokus dalam buku Queen Elizabeth II yang ditulis Hugo Vickers.

Buku tersebut mengangkat berbagai kesaksian orang dalam serta pengamatan jangka panjang mengenai tahun-tahun terakhir sang Ratu, termasuk kondisi kesehatan Philip yang terus menurun dan pengaturan hidup mereka setelah ia mundur dari tugas kerajaan pada Agustus 2017.

Disebutkan bahwa Philip didiagnosis menderita kanker pankreas yang tidak dapat dioperasi pada 2013 dan juga menjalani sejumlah prosedur jantung.

Setelah pensiun, ia tinggal di Wood Farm di kawasan Sandringham dan menjalani hidup yang relatif mandiri, sementara Elizabeth tetap berada di Istana Buckingham dan kemudian di Kastil Windsor.

Buku ini juga menyoroti dampak pandemi COVID-19, ketika pasangan tersebut menjalani isolasi ketat bersama di Kastil Windsor dengan staf yang sangat terbatas.

Menurut Hugo, sang Ratu membiarkan Philip menjalani hidup sesuai keinginannya. Ia disebut merasa paling bahagia saat berada di Wood Farm.

Philip menghabiskan waktunya dengan membaca, melukis, serta mengendarai kereta kuda, dan kerap ditemani oleh sahabatnya, Penelope Knatchbull.

Dalam beberapa kesempatan, Elizabeth juga disebut mengunjungi Norfolk untuk menghabiskan akhir pekan bersama Philip, meski hubungan mereka digambarkan sempat “terpisah” dalam arti tertentu.

Saat pandemi, keduanya kembali tinggal bersama di Kastil Windsor dalam lingkungan terbatas yang dijuluki “HMS Bubble”, dengan akses yang sangat dibatasi dan tanpa kehadiran staf pendamping seperti biasanya.

Buku tersebut juga mengisahkan bulan-bulan terakhir Philip sebelum wafat pada 2021, termasuk kondisi kesehatannya yang menurun dan keengganannya mencapai usia 100 tahun.

Pada malam terakhirnya, Philip digambarkan sempat berjalan sendiri menggunakan alat bantu, mengambil bir, dan menikmatinya sebelum kembali beristirahat.

Keesokan paginya, ia bangun, mandi, mengaku tidak enak badan, dan kemudian meninggal dunia dengan tenang.

Reaksi Elizabeth atas kepergian sang suami pun turut diungkap dalam buku tersebut. Ia disebut merasa “sangat marah” karena Philip pergi tanpa berpamitan.

Di bagian lain, buku ini juga menyoroti refleksi Elizabeth tentang hidup dan kematian. Dalam percakapannya dengan sahabatnya, Prue Penn, ia sempat mengatakan bahwa dirinya merasa seperti berada di “ruang keberangkatan”.

Ia juga menambahkan, setidaknya orang lain tidak harus menghadapi kematian secara terbuka seperti dirinya sebagai seorang Ratu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Harga Beras Naik, Inflasi Jawa Tengah 3,54 Persen
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Saham AS Ditutup Melejit di Akhir Maret, Nasdaq Paling Royal Tebar Cuan
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dukun Pengganda Uang di Bogor Ditangkap, Cetak Uang Palsu Gunakan Printer
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pedagang Ketoprak Dibacok di Cengkareng, Warga Duga Dipicu Masalah Asmara
• 5 jam lalukompas.com
thumb
DPRD Surabaya Ingatkan Perlu Monitoring WFH Supaya Kerja ASN Pemkot Tidak Hanya Formalitas
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.