BPS: Ekspor Non Migas ke AS Tumbuh 5,97 Persen, Produk Berbasis Energi Terbarukan Melonjak

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

BPS mencatat ekspor nonmigas Indonesia ke Amerika Serikat (AS) pada Februari 2026 tumbuh hingga 5,97 persen secara tahunan.

BPS: Ekspor Non Migas ke AS Tumbuh 5,97 Persen, Produk Berbasis Energi Terbarukan Melonjak. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor nonmigas Indonesia ke Amerika Serikat (AS) pada Februari 2026 tumbuh hingga 5,97 persen secara tahunan. Kinerja positif ini terutama ditopang oleh ekspor kelompok mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, yang menjadi salah satu motor utama pertumbuhan.

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa kelompok mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya memberi kontribusi hingga 15,87 persen atas total komoditas ekspor nonmigas Indonesia ke Amerika Serikat yang sebesar USD2,49 miliar.

Baca Juga:
BPS Serahkan Hasil Validasi Data Calon Penerima Bantuan Rumah Rusak Bencana Sumatera

”Pada Februari 2026, ekspor nonmigas ke Amerika Serikat mencatat kinerja yang baik ditengah berbagai tantangan global. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh ekspor mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya yang meningkat 8,88 persen secara tahunan,” ungkap Amalia melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Baca Juga:
Panen Melimpah Awal 2026, BPS: Tekanan Harga Beras Berpeluang Mereda

(Sumber: Badan Pusat Statistik, April 2026)

Lebih lanjut, ia menyoroti meningkatnya permintaan terhadap produk berbasis energi terbarukan, khususnya sel surya (photovoltaic cells). Produk ini mencakup baik sel yang telah dirakit menjadi modul atau panel, maupun yang masih dalam bentuk belum dirakit.

Baca Juga:
Kepala BPS RI Pimpin Governing Board International Comparison Program untuk Tiga Tahun

“Ekspor sel surya yang telah dirakit dalam bentuk modul atau panel tumbuh 27,85 persen, sementara yang belum dirakit meningkat lebih tinggi, yaitu 84,74 persen secara tahunan,” kata dia.

Peningkatan ini mencerminkan peluang strategis Indonesia dalam rantai pasok global energi terbarukan, sekaligus menunjukkan potensi kontribusi Indonesia dalam mendukung agenda transisi energi dunia.

(Sumber: Badan Pusat Statistik, April 2026)

BPS juga mencatat bahwa neraca perdagangan nonmigas Indonesia ke Amerika Serikat mengalami surplus USD3,53 miliar pada periode Januari-Februari 2026, tertinggi dibandingkan negara-negara lainnya.

Beberapa komoditas yang mengalami surplus terbesar di antaranya adalah mesin, perlengkapan elektrik dan bagiannya (HS 85) sebesar USD716,4 juta, alas kaki (HS 64) sebesar USD446,9 miliar, serta pakaian dan aksesorinya (rajutan) sebesar USD426,4 juta.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penyiaran Ramah dan Rumah Bagi Anak
• 9 jam laludetik.com
thumb
UEA Dorong Koalisi Internasional Buka Paksa Selat Hormuz di Tengah Eskalasi Konflik Iran-AS
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Jadwal dan Link Live Streaming Arema FC vs Malut United FC di BRI Super League
• 10 jam lalugrid.id
thumb
Kerja Sama Kehutanan Indonesia-Jepang Diperkuat, dari Perdagangan Karbon hingga Konservasi Komodo
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Modus Pengedar Uang Palsu di Bogor: Mau Jadi Dukun Pengganda Uang
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.