Respon Cepat Laporan Warga, Pemdes Kelong Pasang Papan Peringatan Bahaya Buaya

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: M. Ramadan

TVRINews, Bintan

Pemerintah Desa Kelong menunjukkan komitmen nyatanya dalam menjaga keselamatan warga. 

Sebagai bentuk respons cepat terhadap laporan masyarakat, Kepala Desa Kelong, Alimin, menginstruksikan pemasangan papan plang informasi bahaya predator buaya di sepanjang bibir pantai Desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan.

​Langkah ini diambil menyusul adanya kekhawatiran warga terkait kemunculan buaya di area pesisir yang sering menjadi pusat aktivitas masyarakat. 

Pemasangan plang peringatan ini menjadi bukti bahwa pemerintah desa hadir dan tanggap terhadap potensi ancaman yang ada di wilayahnya.


​Kepala Desa Kelong, Alimin, menegaskan bahwa perlindungan terhadap warga adalah prioritas utama. 

Menurutnya, upaya pencegahan ini merupakan tanggung jawab kolektif demi memberikan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat.

​"Pemasangan papan plang informasi bahaya buaya merupakan tanggung jawab bersama. Kami berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan harapan ancaman predator buaya ini tidak sampai memakan korban jiwa," ujar Alimin saat meninjau lokasi pemasangan.

​Beliau juga menambahkan bahwa papan informasi tersebut berfungsi sebagai pengingat visual agar warga tidak lengah saat berada di area pantai.

​"Semoga dengan adanya papan informasi ini, warga bisa terbantu dalam menghindari potensi ancaman predator dan tentunya menjadi lebih waspada sehingga keselamatan warga tetap terjaga," tambahnya.


​Langkah preventif yang diambil oleh Pemerintah Desa Kelong ini menuai apresiasi positif. Inisiatif tersebut dinilai sebagai rule model bagi desa-desa lain dalam menyikapi laporan warga secara konkret dan transparan.

​Dengan terpasangnya papan peringatan tersebut, Pemerintah Desa Kelong dianggap telah menjalankan tugasnya dalam menjaga kondusifitas daerah, khususnya di wilayah pesisir Provinsi Kepulauan Riau. 

Hal ini diharapkan dapat meminimalisir risiko konflik antara manusia dan satwa liar, sekaligus memastikan aktivitas ekonomi dan sosial warga di tepi pantai tetap berjalan dengan kewaspadaan tinggi.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Golkar Dorong Negara Jamin Masa Depan Anak 3 Prajurit RI yang Gugur di Lebanon
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
KAI Daop 8 Surabaya Catat 3.508 Wisatawan Asing Gunakan Kereta Api Selama Angkutan Lebaran 2026
• 12 menit lalutvrinews.com
thumb
Aturan Baru BBM Per 1 April: Pembatasan Pertalite 50 Liter Mulai Berlaku, Cek Kriteria Kendaraannya!
• 18 jam laludisway.id
thumb
Polda Metro Jaya: Kasus Andrie Yunus telah dilimpahkan ke TNI
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Zodiak yang Paling Sulit Memaafkan
• 8 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.