Jakarta, tvOnenews.com - Kekalahan menyakitkan yang dialami Timnas Italia di final play-off Piala Dunia berbuntut panjang. Markas besar Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) di Roma menjadi sasaran aksi pelampiasan emosi para suporter.
Sejumlah penggemar yang kecewa atas tersingkirnya Gli Azzurri dari ajang play-off usai kalah dari Bosnia dan Herzegovina, meluapkan amarah mereka dengan melemparkan telur ke pintu masuk kantor FIGC yang berlokasi di Via Allegri.
Insiden tersebut menjadi simbol kekecewaan mendalam publik Italia terhadap performa tim nasional yang kembali gagal menembus putaran final Piala Dunia.
Presiden FIGC, Gabriele Gravina, diketahui kembali ke kantor pusat pada Rabu (1/4/2026).
Namun, suasana panas masih terasa saat kedatangannya. Seorang penggemar bahkan membentangkan spanduk yang berisi tuntutan agar Gravina segera mundur dari jabatannya.
Kegagalan ini menambah catatan kelam bagi Italia, yang kini sudah tiga kali berturut-turut absen di putaran final Piala Dunia. Dua di antaranya terjadi di bawah kepemimpinan Gravina.
Meski mendapat tekanan besar, Gravina menegaskan tidak akan mengundurkan diri dari posisinya. Namun demikian, ia telah menjadwalkan rapat umum FIGC yang akan digelar pada Kamis, 2 April, guna membahas situasi terkini sepak bola Italia.
Tekanan terhadap Gravina juga datang dari kalangan pemerintah. Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, secara terbuka mendesak Gravina untuk bertanggung jawab atas hasil buruk yang kembali menimpa tim nasional.
Situasi ini membuat masa depan kepemimpinan di tubuh FIGC kian berada di ujung tanduk, seiring meningkatnya desakan publik untuk adanya perubahan besar demi mengembalikan kejayaan sepak bola Italia.



