Jakarta, tvOnenews.com - Harapan Timnas Italia untuk kembali tampil di Piala Dunia harus berakhir pahit. Gli Azzurri tersingkir setelah kalah dramatis lewat adu penalti dari Bosnia dan Herzegovina pada final play-off, Rabu (1/4/2026).
Namun, kekalahan ini tak lepas dari sejumlah kontroversi yang memicu perdebatan, mulai dari dugaan handball hingga keputusan kartu merah yang dianggap tidak konsisten.
Italia sebenarnya tampil menjanjikan di awal laga. Tim asuhan Gli Azzurri unggul cepat pada menit ke-15 lewat gol indah penyerang Fiorentina, Moise Kean.
Situasi berubah drastis menjelang akhir babak pertama. Bek Inter Milan, Alessandro Bastoni, diganjar kartu merah langsung usai menjatuhkan Amar Memic dalam situasi satu lawan satu.
Bermain dengan 10 orang, Italia berjuang keras mempertahankan keunggulan. Namun, pertahanan mereka akhirnya jebol pada menit ke-79.
Gol penyeimbang Bosnia lahir dari situasi yang menuai polemik. Dalam prosesnya, bola hasil duel antara Edin Džeko dan Gianluca Mancini terlihat mengenai lengan Dzeko sebelum akhirnya ditepis oleh Gianluigi Donnarumma.
Bola muntah kemudian disambar Haris Tabakovic menjadi gol. Meski sempat diprotes pemain Italia, wasit tetap mengesahkan gol tersebut.
Menurut aturan IFAB, gol yang langsung berasal dari handball memang harus dianulir, bahkan jika tidak disengaja. Namun, karena gol Bosnia tercipta dari bola rebound, bukan langsung dari sentuhan tangan Dzeko, maka gol tersebut dinilai sah.
Laga berlanjut hingga babak perpanjangan waktu tanpa gol tambahan, sebelum akhirnya ditentukan lewat adu penalti.
Petaka bagi Italia terjadi saat dua eksekutor awal, Pio Esposito dan Bryan Cristante, gagal menjalankan tugasnya. Sementara itu, Bosnia tampil sempurna dengan mencetak empat gol beruntun dan memastikan kemenangan.
Selain insiden handball, keputusan wasit Clément Turpin kembali menjadi sorotan pada babak tambahan.
Italia menilai Bosnia seharusnya juga bermain dengan 10 orang setelah Tariq Muharemovic menjatuhkan Marco Palestra di tepi kotak penalti. Namun, wasit hanya memberikan kartu kuning.
Mengacu pada aturan IFAB terkait Denial of Goal-Scoring Opportunity (DOGSO), terdapat beberapa pertimbangan seperti jarak ke gawang, arah serangan, kontrol bola, serta jumlah pemain bertahan.




