JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah mulai melakukan penyesuaian dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu langkah yang diambil adalah mengoptimalkan distribusi makanan menjadi lima hari dalam sepekan, yang disebut mampu menghemat anggaran hingga Rp20 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari strategi efisiensi dalam pengelolaan program nasional.
“Potensi penghematan dari kegiatan ini mencapai Rp20 triliun,” kata Airlangga dalam konferensi pers yang dipantau secara daring di Jakarta, Selasa (31/3/2026) dikutip dari Antara.
Skema Baru MBG: Fokus Efisiensi dan Ketepatan Sasaran
Baca Juga: Trump Klaim Iran Minta Gencatan Senjata, Teheran Bantah Keras
Optimalisasi program dilakukan dengan menyediakan makanan segar selama lima hari dalam seminggu, khususnya untuk anak-anak sekolah sebagai penerima manfaat utama.
Namun, kebijakan ini tidak berlaku secara menyeluruh. Pemerintah memberikan pengecualian untuk beberapa wilayah tertentu, seperti daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), wilayah dengan tingkat stunting tinggi, serta kawasan berbasis asrama.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari transformasi struktural untuk menciptakan sistem ekonomi yang lebih efisien, produktif, dan tangguh di tengah tekanan dinamika global.
Secara terpisah, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan bahwa distribusi makanan akan disesuaikan dengan kondisi geografis masing-masing daerah.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Gading-Persada
Sumber : Antara
- program mbg
- kebijakan pemerintah
- program sosial
- makan bergizi gratis
- efisiensi anggaran
- airlangga hartarto





