PT PP Presisi Tbk (PPRE) memperoleh kontrak baru pada proyek tambang bauksit milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang berlokasi di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Nilai kontrak proyek tersebut mencapai Rp 870 miliar.
Proyek itu akan dijalankan melalui skema kerja sama operasi (KSO) bersama PT PP (Persero) Tbk (PTPP) dan PT Lancarjaya Mandiri Abadi. Dalam kontraknya, PPRE akan menangani berbagai pekerjaan jasa pertambangan, mulai dari aktivitas penambangan bauksit, pengangkutan material, hingga penyediaan serta pengoperasian fasilitas washing plant.
Tahap penggalian awal atau first cut dijadwalkan dimulai pada awal kuartal II 2026. Menurut perseroan, lingkup pekerjaan tersebut menunjukkan kemampuan PPRE sebagai penyedia layanan pertambangan terintegrasi dengan standar operasional yang tinggi, sekaligus memperluas portofolio perusahaan pada komoditas mineral selain nikel, yakni bauksit.
Direktur Utama PPRE, Rizki Dianugrah mengatakan, kontrak baru dengan Antam itu menjadi bukti kepercayaan terhadap rekam jejak dan kapasitas operasional perusahaan dalam mengelola proyek pertambangan strategis.
"Ekspansi PPRE pada proyek pertambangan bauksit ini menegaskan kapabilitas perusahaan sebagai penyedia jasa penambangan yang profesional dan terintegrasi. Selain itu, kerja sama dengan ANTAM menjadi wujud sinergi positif antar-BUMN," ujar Rizki dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Rabu (1/4).
Menurut manajemen, proyek tersebut juga sejalan dengan agenda hilirisasi nasional yang tengah didorong pemerintah. Melalui proyek bauksit ini, PPRE berharap dapat menjaga momentum pertumbuhan kinerja sekaligus memperkuat fundamental bisnis jangka panjang.
Dengan tambahan kontrak tersebut, PPRE semakin mempertegas posisinya di sektor pertambangan dan konstruksi nasional. Perusahaan menargetkan mampu menghadirkan solusi layanan pertambangan yang terintegrasi dan inovatif, sekaligus menjalankan prinsip keberlanjutan berbasis ESG untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.



