Pelatih Argentina Lionel Scaloni Turut Geram! Kegagalan Italia Disebut Tak Adil dan Sulit Diterima Dunia

tvonenews.com
18 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Kegagalan Timnas Italia lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun terus menuai reaksi dari berbagai pihak. Kali ini, simpati datang dari pelatih Argentina, Lionel Scaloni, yang mengaku sedih melihat nasib Gli Azzurri.

Italia harus menelan pil pahit usai kalah dari Bosnia dan Herzegovina melalui adu penalti pada final play-off yang digelar Rabu (1/3/2026) lalu.

Hasil tersebut memastikan salah satu kekuatan besar sepak bola dunia kembali absen di ajang paling bergengsi tersebut.

Usai membawa Argentina menang telak 5-0 atas Zambia dalam laga persahabatan, Scaloni menyampaikan rasa simpatinya terhadap Italia.

Mantan bek Lazio itu bahkan menyebut hasil yang dialami Italia terasa tidak adil.

“Saya punya kerabat di Italia, dan apa yang terjadi di sana membuat saya sedih,” ujar Scaloni dalam konferensi pers.

“Negara itu seperti saudara bagi Argentina, mereka sangat peduli kepada kami. Italia adalah kekuatan dunia, jadi kenyataan bahwa mereka tidak hadir di Piala Dunia sulit diterima,” lanjutnya.

Ia pun menyoroti proses tersingkirnya Italia yang dinilai penuh kontroversi.

“Ini menyedihkan karena cara terjadinya, dengan cara yang tidak adil; ini adalah kebenaran yang sulit diterima,” tegasnya.

Sementara itu, Argentina sebagai juara bertahan dipastikan tetap menjadi salah satu unggulan di turnamen mendatang.

Tim Tango tergabung di Grup J bersama Aljazair, Austria, dan Yordania.

Di sisi lain, Bosnia dan Herzegovina yang sukses menyingkirkan Italia akan menempati Grup B bersama Qatar, Kanada, dan Swiss.

Situasi di Italia sendiri semakin memanas. Presiden Federasi Sepak Bola Italia, Gabriele Gravina, kini berada di bawah tekanan besar menyusul kegagalan tersebut.

Desakan perubahan bahkan datang dari pemerintah.

Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, secara terbuka meminta adanya evaluasi besar dalam tubuh federasi, yang secara tidak langsung mengarah pada tuntutan agar Gravina mundur dari jabatannya.

Kegagalan ini semakin memperdalam krisis sepak bola Italia, sekaligus memicu sorotan tajam dari dunia internasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
ATSIRI Resmi Menghadirkan Gerai Terbarunya di Pondok Indah Mall 5
• 4 jam lalubeautynesia.id
thumb
Prabowo Pulang, Kunjungan ke Jepang-Korsel Disebut Hasilkan Komitmen Investasi Rp575 Triliun
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Jadi Tempat Curhat
• 21 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kebijakan Pemerintah Jaga Inflasi Ramadan-Idulfitri Terkendali
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Terbitkan SE, Menaker Yassierli Imbau Perusahaan Terapkan WFH 1 Hari dalam Sepekan
• 19 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.