Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim Presiden Iran Masoud Pezeshkian meminta gencatan senjata ke AS. Akan tetapi, kata Trump, AS hanya akan mempertimbangkan hal ini jika Selat Hormuz bebas dari lalu lintas kapal.
Dilansir kantor berita AFP, Rabu (1/4/2026), hal tersebut disampaikan Trump melalui platform Truth Social miliknya. Klaim Trump, Masoud baru saja meminta gencatan senjata.
"Presiden Iran baru saja meminta gencatan senjata kepada Amerika Serikat!" tulis Trump.
Trump mengaku akan mempertimbangkan itu. Asalkan, katanya, Selat Hormuz terbuka dan bebas lagi.
"Kami akan mempertimbangkannya ketika Selat Hormuz terbuka, bebas, dan bersih. Sampai saat itu, kami akan membombardir Iran hingga musnah atau, seperti yang mereka katakan, kembali ke Zaman Batu!!!," tulis Trump.
Masoud Pezeshkian sebelumnya mengatakan bahwa setiap keputusan untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikat dan Israel harus "menjamin keamanan dan kepentingan rakyat Iran."
"Perlawanan yang ditunjukkan oleh tentara, bersama dengan persatuan nasional yang ditunjukkan oleh rakyat Iran selama perang, adalah salah satu faktor terpenting yang membantu negara mengatasi keadaan kritis saat ini," kata Pezeshkian dalam rapat kabinet, seperti yang dikutip oleh kantor berita negara IRNA, dilansir Anadolu Agency, Selasa (31/3).
Ia juga menggarisbawahi pentingnya "demonstrasi pro-pemerintah" di berbagai kota dalam memperkuat posisi Iran.
"Pertemuan rakyat di malam hari memiliki nilai yang besar... Iran menginspirasi para pejuang kemerdekaan," katanya.
Eskalasi regional terus berlanjut sejak Israel dan AS melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, menewaskan lebih dari 1.340 orang hingga saat ini, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan.
(whn/jbr)





