Prajurit TNI Gugur di Lebanon, JK: Indonesia Bukan Negara Penakut

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon akibat serangan Israel.

Meski situasi di Lebanon makin memanas, pria yang akrab disapa JK ini menyatakan bahwa Indonesia tidak boleh menarik mundur pasukannya dari wilayah konflik tersebut.

BACA JUGA: Pemerintah Tuntut Ada yang Bertanggung Jawab Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

"Negara, TNI tidak seperti itu. Bahwa kalau ada yang korban, tewas, langsung kita mundur, wah itu bukan jiwa TNI dan jiwa pemerintah," kata JK di Jakarta, Rabu (1/4).

Mantan Wakil Presiden RI ini menekankan bahwa setiap tugas militer, apalagi di wilayah konflik, pasti memiliki risiko besar.

BACA JUGA: Iran Tuding Israel Jadi Penyebab Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Namun, risiko tersebut harus dihadapi demi menjaga martabat bangsa dan mandat internasional.

"Tetap ada di situ. Memang ada risikonya, tetapi tetap harus dilaksanakan. Jangan karena risiko seperti itu langsung kita lari. Nanti dunia menganggap kita penakut," lanjutnya.

BACA JUGA: Personel TNI Gugur di Tengah Konflik Israel vs Hizbullah, Siapa Berulah?

JK juga menilai di bawah kepemimpinan Prabowo, Indonesia harus menunjukkan taringnya sebagai negara yang berani.

"Indonesia bukan negara penakut, apalagi Pak Prabowo yang memimpin," cetus JK.

Dalam kesempatan itu, JK melontarkan kritik pedas terhadap Israel. Dia menilai serangan terhadap pasukan perdamaian adalah bukti nyata bahwa Israel tidak lagi memandang nilai-nilai kemanusiaan maupun perdamaian dunia.

"Ini tentu semua orang tahu bahwa ini perbuatan Israel yang selalu tidak memandang kemanusiaan. Yang penting bagi dia, siapa pun yang menghalangi akan dihajarnya," tuturnya.

Terkait desakan agar Indonesia keluar dari Board of Peace (BOP) karena keberadaan Israel di sana, JK mengklarifikasi bahwa keberadaan TNI di Lebanon murni merupakan mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Ini tidak ada urusannya dengan BOP. Ini PBB. Jadi, apa yang dilakukan itu mandatnya PBB. Dunia memberikan mandat," jelas JK.

Dia juga menyinggung kekejaman Israel yang tidak hanya menyasar tentara, tetapi juga warga sipil di Gaza.

"Di Gaza coba, berapa puluh ribu orang meninggal gara-gara itu. Jadi, memang cara komandannya (Israel) begitu, siapa pun yang menghalangi, dia hantam," pungkas JK. (mcr8/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Apa Motif Pembunuhan-Mutilasi Pegawai Ayam Geprek di Bekasi?


Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Kenny Kurnia Putra


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Video: Serangan Israel di Beirut Tewaskan 5 Orang, 21 Luka-Luka
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Hebat! 57 Siswa Athirah Diterima di Kampus Unggulan Dalam dan Luar Negeri
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Foto: Lionel Messi Cetak Gol & Assist, Argentina Cukur Zambia 5-0
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Komnas HAM dorong transparansi penyidikan kasus Andrie Yunus
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Menlu Sugiono Telepon Sekjen PBB Minta Digelar Rapat Darurat Usai Tiga Prajurit TNI Tewas
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.