FAJAR, MALILI – Polemik baju seragam sekolah gratis bermunculan. Anggota DPRD Lutim minta Disdik bertanggung jawab.
Ketua Komisi I DPRD Lutim, Sukman Sadike mengatakan, masalah baju seragam yang tak cocok harus segera diselesaikan. Dinas Pendidikan (Disdik) tak boleh diam. Harus bertanggungjawab.
“Seharusnya, dinas terkait ikut memberikan keterangan. Jangan menghindar. Insyaallah, pekan depan kita undang dinas pendidikan untuk RDP,” kata Sukman Sadike kepada FAJAR, Rabu, (01/04/2026).
Selain Disdik, penyedia baju seragam dalam hal ini UMKM terkait juga akan diundang. “Kami mau tahu, ada berapa banyak yang bermasalah seragamnya. Apakah karena salah ukur dan sebagainya. Memang harus ada solusinya,” imbuhnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Timur, Raodah, mengatakan, seragam sekolah yang kekecilan atau kebesaran akan diganti. Siswa-siswi cukup mengembalikan seragam ke sekolah.
“Kalau kebesaran bawah saja ke sekolahnya. begitupun kalau kekecilan,” kata Raodah melalui pesan WhatsApp.
Total anggaran paket seragam sekolah gratis ini sebanyak Rp 8,7 miliar. Rinciannya, setiap seragam PAUD dianggarkan Rp 400 ribu. Siswa SD, Rp 560 ribu. Dan siswa SMP, Rp 600 ribu.
Dari anggaran ini, siswa-siswi mendapatkan sepatu, kaos kaki, baju seragam (celana/rok dan baju), tas, dan topi. Semua siswa baik tingkat PAUD, SD, dan SMP negeri dan swasta.
Rincian bantuan seragam sekolah yang dibagikan sebanyak 16.253 pasang. Rinciannya, PAUD sebanyak 5.315 pasang, SD sebanyak 5.739 pasang, serta SMP sebanyak 5.199 pasang.
Hingga saat ini, belum ada data pasti, berapa banyak seragam yang bermasalah. Meski begitu, Dinas Pendidikan siap mengganti. (ans)





