Jakarta, tvOnenews.com - Bek Manchester United, Harry Maguire, tengah menghadapi masalah serius setelah didakwa oleh The Football Association (FA) terkait perilaku tidak pantas dalam laga kontra Bournemouth.
Insiden tersebut terjadi dalam pertandingan Liga Inggris saat Manchester United menghadapi AFC Bournemouth.
Pada menit-menit akhir laga, Maguire diganjar kartu merah setelah melakukan pelanggaran yang menggagalkan peluang mencetak gol yang jelas bagi lawan.
Keputusan itu menjadi pukulan telak bagi tim tuan rumah, yang kemudian harus kebobolan lewat eksekusi penalti Bournemouth untuk menyamakan kedudukan.
Tak berhenti sampai di situ, bek berusia 33 tahun tersebut juga menunjukkan reaksi emosional.
Ia dilaporkan meluapkan kemarahan kepada wasit, termasuk mendekati wasit keempat untuk memprotes keputusan yang diambil.
Wasit utama, Stuart Attwell, menjadi bagian dari kontroversi dalam laga tersebut yang berujung pada tindakan disipliner tambahan.
FA pun bergerak cepat dengan merilis pernyataan resmi.
Dalam keterangannya, Maguire didakwa melakukan tindakan tidak pantas dan menggunakan bahasa kasar terhadap ofisial pertandingan.
“Harry Maguire telah didakwa menyusul kartu merah yang diterimanya pada menit ke-78 pertandingan Manchester United melawan Bournemouth pada 20 Maret. Ia diduga bertindak tidak pantas dan/atau menggunakan kata-kata kasar terhadap wasit keempat. Maguire memiliki waktu hingga 2 April untuk memberikan tanggapan,” tulis FA.
Sebelumnya, Maguire sudah dipastikan menjalani hukuman larangan satu pertandingan akibat kartu merah tersebut.
Namun, dengan adanya dakwaan tambahan ini, ia berpotensi menerima sanksi lebih berat jika terbukti bersalah.
Menariknya, ini merupakan kartu merah pertama Maguire sejak bergabung dengan Manchester United. Terakhir kali ia diusir dari lapangan terjadi pada 2019 saat masih membela Leicester City—dan secara kebetulan juga melawan Bournemouth.
Situasi ini jelas menjadi kabar buruk bagi Manchester United yang tengah memasuki fase krusial musim. Absennya Maguire berpotensi memengaruhi stabilitas lini belakang tim dalam perburuan hasil maksimal di sisa kompetisi.




