Dunia Lagi Krisis Gara-gara Perang, Negara Ini Mengaku Aman

cnbcindonesia.com
8 jam lalu
Cover Berita
Foto: Serangan rudal langsung dari Iran menyerang sebuah desa di Israel pada Sabtu (28/3) dan melukai belasan orang di tengah perang Iran vs Israel-Amerika Serikat yang memasuki bulan kedua. (REUTERS/Ilan Rosenberg)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang yang melibatkan Iran berdampak langsung pada operasi gas di Qatar, pemasok gas alam cair (LNG) terbesar di dunia.

Akibatnya, harga helium yang merupakan produk sampingan gas alam melonjak tajam dan memicu kekhawatiran gangguan rantai pasok chip global.


Di tengah kekhawatiran tersebut, Korea Selatan justru menyatakan kondisi relatif aman. Negara yang menjadi basis raksasa chip dunia seperti Samsung Electronics dan SK Hynix ini mengaku memiliki cadangan helium yang cukup hingga pertengahan tahun.

Pemerintah Korea Selatan memastikan pasokan masih terkendali dan belum melihat potensi gangguan dalam waktu dekat. Bahkan, industri disebut telah mengamankan stok untuk kebutuhan hingga 4-6 bulan ke depan.

Pilihan Redaksi
  • Krisis Baru Muncul Gara-gara Perang di Iran, Satu Dunia Jadi Korban
  • Negara G20 Kena Efek Perang Iran, Inflasinya Bisa Tembus 4%

Meski demikian, langkah antisipasi tetap dilakukan. Perusahaan-perusahaan chip kini rela membayar lebih mahal demi mengunci pasokan, terutama dari Amerika Serikat sebagai produsen utama.

"Terlepas dari harga, mengamankan stok saat ini adalah prioritas utama," ungkap sumber pemerintah, dikutip dari Reuters, Rabu (1/3/2026).

Di sisi lain, tekanan global belum mereda. Qatar, yang menyumbang hampir sepertiga pasokan helium dunia, terpaksa menghentikan sebagian kewajiban kontraknya setelah serangan terhadap fasilitas gas mereka.

Kondisi ini menambah ketidakpastian di pasar energi dan bahan baku industri. Dampaknya pun sudah mulai terasa. Sejumlah pelaku industri mengaku produksi chip sudah mulai terdampak, meskipun belum signifikan.

Tak hanya helium, bahan penting lain seperti bromin juga terancam terganggu jika konflik berkepanjangan. Ditambah lagi, lonjakan harga energi menjadi beban baru bagi industri teknologi global.

Ketua SK Group, Chey Tae-won, bahkan menegaskan bahwa krisis ini memaksa perusahaan mencari sumber energi alternatif lain.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Teknologi Peralatan Rumah Tangga Kian Canggih & Mudahkan Hidup

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Free Float Naik, Pasar Modal RI Makin Menarik
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Ayah di Kebumen Tega Setubuhi Anak Kandung Selama 2 Tahun, Ancam Bunuh Jika Permintaannya Ditolak
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
59 Kode Redeem FF Hari Ini 2 April 2026: Buruan Klaim AK47, Evo M1014 Draco hingga Incubator Voucher Gratis!
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Jadwal perempat final Piala FA: duel Manchester City vs Liverpool
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Lansia Tewas Tertimpa Bangunan Saat Gempa Magnitudo 7,6 Sulut
• 2 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.