Dari Lahan Kuburan ke Rusun Pesakih Jakbar, Agus Merajut Mimpi di Hunian Baru

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga yang direlokasi dari lahan pemakaman milik Pemprov DKI Jakarta di Pegadungan dan Kamal, Kalideres, Jakarta Barat kini memulai hidup baru di rumah susun.

Namun, tantangan tersendiri juga dirasakan bagi mereka yang harus meninggalkan tempat tinggal yang telah dihuni belasan tahun.

Salah satunya Agus, warga Kamal yang kini menghuni Rusun Pesakih, Cengkareng, Jakarta Barat usai mengikuti relokasi tahap kedua pada Senin (30/3/2026).

Baca juga: Direlokasi dari Lahan Makam Jakbar, Kori Kaget Lihat Rusun: Kenapa Enggak Digusur dari Dulu?

Agus telah menetap di rumah biliknya selama lebih dari 15 tahun, sebelum akhirnya ikhlas menerima relokasi ke rumah susun.

"Berat banget sebenernya mah. Cuma ya mau enggak mau," ujar Agus saat diwawancarai Kompas.com di Rusun Pesakih, Rabu (1/4/2026).

Ia menyadari selama ini menempati lahan milik pemerintah yang sebenarnya tidak boleh ditinggali.

"Buat apa sih melawan, emang udah gak ada hak lah kitanya mah," imbuh dia.

Lelahnya pindahan ke lantai paling atas

Kini, Agus tinggal bersama istri dan ketiga anaknya di unit yang berada di lantai paling atas Rusun Pesakih.

Ia mengakui fasilitas rusun tersebut sangat layak huni, tetapi ia menyayangkan hanya ada tangga untuk naik ke unit bagian atas.

"Dari bawah ke atasnya itu kan jalan pakai tangga, bener-bener parah lah istilahnya mah capek banget, apalagi bawa barang-barang banyak. Barang yang besar enggak bakal bisa naik ke atas," keluh dia.

Agus menceritakan pengalamannya saat memindahkan barang dari pagi hingga sore hari.

Dengan barang rumah tangga yang cukup banyak, ia hanya dibantu oleh anaknya dan dua orang petugas dari kelurahan.

"Dari pagi nyampe sore, Masya Allah udah habisnya saya, enggak bisa ke mana-mana. Udah pada sakit badan semuanya, kaki pada sakit, pegel badan. Bolak-balik mah udah enggak kehitung berapa kali," kata dia.

Baca juga: Menengok Hunian Baru Warga yang Direlokasi dari Lahan Makam di Jakbar, Tak Lagi Becek-becekan

Harga sewa murah

Meski begitu, Agus mengaku bersyukur bisa menempati unit dengan harga sewa yang paling terjangkau, yakni Rp 225.000 per bulan di luar biaya air dan listrik.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Berhubung ia baru tinggal kurang dari sepekan, ia belum mengetahui pasti berapa besaran tagihan utilitas yang akan dibayarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PGN Dorong Kendaraan CNG Jadi Solusi Energi Bersih saat Mudik Lebaran
• 1 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pemimpin Oposisi Israel Yair Lapid Sebut Klaim Kemenangan Netanyahu hanya Omong Kosong
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Foto: Harga Beras Naik, Inflasi Jawa Tengah 3,54 Persen
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Houthi Klaim Serangan Rudal Balistik Targetkan Lokasi Sensitif di Israel Selatan
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ikan Sapu-sapu Sudah Invasi Sungai-sungai Utama Jakarta
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.