DPRD DKI Minta Pemprov Segera Ambil Langkah Darurat Penanganan Sampah

detik.com
10 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Wakil Ketua (Waka) DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino menyoroti jebolnya tembok pembatas di Pasar Kramat Jati akibat gunungan sampah hingga jalanan Slipi yang juga dipenuhi sampah. Wibi meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI segera mengambil langkah darurat.

Dia meminta Pemprov DKI Jakarta mengambil tindakan saat ada pembatasan akses di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang karena sempat mengalami longsor beberapa waktu lalu.

"Menurut saya kondisi ini menunjukkan sistem pengelolaan sampah kita masih belum siap menghadapi pembatasan di hilir seperti di Bantargebang, sehingga dampaknya langsung terasa di TPS dan jalanan. Dalam jangka pendek, Pemprov harus segera lakukan langkah darurat," kata Wibi kepada wartawan, Kamis (2/4/2026).

Baca juga: Gunungan Sampah Pasar Kramat Jati Bikin Tembok Jebol, Warga Ngeluh Bau

Wibi menerangkan langkah darurat yang bisa dilakukan Pemprov dengan mengoptimalkan pengangkutan dan redistribusi sampah ke titik lain. Dia juga meminta fasiilitas pengolahan sampah sementara diaktifkan seperti Tempat Pengolahan Sampah - Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) dan Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan, Jakarta Utara (Jakut).

"Optimalkan pengangkutan dan redistribusi sampah ke titik lain, aktifkan fasilitas pengolahan sementara (TPS3R/RDF)," ujarnya.

Tak hanya itu, Wibi mendorong koordinasi lintas wilayah diperkuat agar tidak terjadi penumpukan sampah di satu titik. Dia juga menyebut pengawasan di lapangan harus ditingkatkan agar kejadian seperti tembok jebol akibat tumpukan sampah di Kramat Jati tidak terulang.

"Serta perkuat koordinasi lintas wilayah agar tidak terjadi penumpukan di satu titik. Di saat yang sama, pengawasan di lapangan harus ditingkatkan supaya kejadian seperti tembok jebol di Kramat Jati tidak terulang, karena ini sudah masuk aspek keselamatan warga, bukan sekadar soal kebersihan," ujarnya.

Tembok Jebol Akibat Tumpukan Sampah

Seperti diketahui, gunungan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, membuat tembok pembatas yang memisahkan gunungan sampah dengan kali dan permukiman warga jebol. Sampah lalu meluber ke sekitarnya.

Pantauan detikcom di lokasi, Selasa (31/3), tembok pembatas itu berada persis di sisi kali. Ada dua titik tembok yang sampai hari ini jebol. Satu titik jebol selebar sekitar 10 meter, satu titik lainnya sekitar 2 meter.

Warga setempat, Tuswadi, mengatakan satu tembok yang jebol itu baru terjadi sekitar awal atau pertengahan Maret ini. Sedangkan yang jebol besar sudah sekitar dua bulan.

"Kalau yang ini (2 meter) setengah bulan lalu. Jebolnya malam-malam gitu," kata Tuswadi saat ditemui di lokasi.

Rumah Tuswadi berada dekat tembok pembatas itu. Tuswadi mengaku terganggu oleh bau menyengat dari sampah itu.

Sampah juga meluber di jalanan Slipi, Jakarta Barat (Jakbar). Tumpukan sampah menimbulkan bau menyengat dan air lindi meluber ke jalan, sehingga mengganggu pengendara yang melintas.

Pantauan detikcom, penumpukan sampah terlihat di sejumlah titik sepanjang Jalan Inspeksi hingga Pasar Palmerah.

Baca juga: Selama 3 Hari, 20 Truk Dikerahkan Angkut Sampah Menggunung di Pasar Kramat Jati




(whn/jbr)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Aceh Tengah kembali dilanda banjir bandang dan tanah longsor
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Mualem Kecam Pengeroyokan Warga Aceh di Polda Metro Jaya, Desak Kapolri Turun Tangan
• 23 jam lalumatamata.com
thumb
Oleh-oleh Prabowo dari Korea Selatan: Raih Penghargaan Tinggi dan Investasi Jumbo Rp 173 Triliun
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Satpolairud Polres Pelabuhan Makassar Patroli Malam di Dermaga Paotere, Jaga Keamanan dan Antisipasi Ancaman
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Wamenhub Ungkap Penggunaan Jet Pribadi Meningkat di Momen Lebaran 2026
• 23 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.