tvOnenews.com - Langkah agresif PSSI dalam menaturalisasi pemain keturunan demi mendongkrak prestasi Timnas Indonesia belakangan ini terus menuai sorotan.
Meski banyak diapresiasi oleh para pendukung Garuda karena performa tim yang meningkat, gelombang naturalisasi ini ternyata memicu polemik hukum dan administratif di kompetisi luar negeri, khususnya di Liga Belanda.
Baru-baru ini, pengamat sepak bola asal Belanda, Tijmen van Wissing, melontarkan kritik yang sangat tajam.
Ia bahkan tidak segan-segan menyebut para pemain diaspora yang langsung menerima paspor Indonesia tanpa pertimbangan matang sebagai tindakan yang "bodoh". Mengapa hal ini bisa terjadi?
- Facebook - Go Ahead Eagles
Pernyataan keras Van Wissing ini dipicu oleh masalah keabsahan status bermain beberapa penggawa Timnas Indonesia di Liga Belanda. Dua nama yang kini tengah menjadi pusat perhatian adalah Dean James dan Nathan Tjoe-A-On.
Masalah ini mencuat ke permukaan setelah klub NAC Breda secara resmi mengajukan tuntutan agar pertandingan melawan Go Ahead Eagles diulang.
Dalam laga tersebut, NAC Breda kalah telak dengan skor 0-6. Mereka memprotes bahwa Dean James tidak memenuhi syarat untuk dimainkan sebagai pemain lokal atau Uni Eropa.
- PSSI
Bek kiri yang kini telah memegang paspor Warga Negara Indonesia (WNI) tersebut diduga tetap didaftarkan oleh Go Ahead Eagles sebagai pemain lokal, padahal status kewarganegaraannya telah berubah.
Langkah protes NAC Breda ini kemudian menjalar ke klub lain. TOP Oss turut mengajukan keberatan serupa setelah mereka menelan kekalahan 1-3 dari Willem II.
Pihak klub secara resmi mempermasalahkan status Nathan Tjoe-A-On yang ikut diturunkan dalam pertandingan tersebut.
Van Wissing: Jauh lebih bodoh dari para pemain dan agen- FC Emmen
Melihat kekacauan administratif yang terjadi, Tijmen van Wissing menilai bahwa situasi pelik ini seharusnya sudah bisa diprediksi sejak awal oleh sang pemain beserta agen mereka.




