tvOnenews.com - Media Italia ikut menyoroti kekalahan tipis Timnas Indonesia dari Bulgaria di ajang FIFA Series 2026.
Dalam laporan terbarunya, Cuore Grigiorosso memberi perhatian khusus pada penampilan Emil Audero yang dipercaya tampil sebagai starter.
Dalam laga yang digelar di Jakarta tersebut, Indonesia memang harus mengakui keunggulan Bulgaria dengan skor 0-1.
- Kitagaruda.id
Satu-satunya gol dalam pertandingan ini tercipta melalui titik penalti yang dieksekusi Marin Petkov.
Media Italia menilai, kehadiran Emil Audero di bawah mistar menjadi salah satu fokus utama.
Kiper yang kini membela Cremonese itu disebut memulai pertandingan, namun situasi tidak berjalan semulus laga sebelumnya.
"Indonesia yang diperkuat Audero, yang memulai pertandingan, menjamu Bulgaria di FIFA Series 2026: sebuah gol penalti sudah cukup bagi tim Eropa tersebut," tulis media Italia, Cuore Grigiorosso, dalam laporannya.
Sebelumnya, Timnas Indonesia sukses meraih kemenangan meyakinkan atas Saint Kitts and Nevis.
- kitagaruda.id
Namun saat menghadapi Bulgaria, jalannya pertandingan berubah lebih sulit sejak awal.
"Tim merah putih menjamu Bulgaria. Kali ini, kiper asal Cremona itu menjadi starter, tetapi pertandingan tidak dimulai sebaik pertandingan sebelumnya," tambah Cuore Grigiorosso.
Cuore Grigiorosso juga menyoroti momen krusial yang berujung penalti. Pelanggaran yang dilakukan Kevin Diks di area terlarang memberi kesempatan bagi Bulgaria untuk unggul lebih dulu.
Setelah tertinggal, Indonesia mencoba bangkit dan meningkatkan intensitas serangan.
Sejumlah peluang berhasil diciptakan, termasuk kesempatan emas dari Ole Romeny yang sayangnya hanya membentur mistar gawang.
- ANTARA FOTO/Fauzan
Media Italia melihat bahwa meski kalah, Indonesia tetap mampu memberikan perlawanan yang cukup berarti kepada tim Eropa tersebut.
Pertandingan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian FIFA Series, turnamen internasional yang tergolong baru dan menjadi ajang uji coba penting bagi berbagai negara.
Bagi Timnas Indonesia, hasil ini memang belum sesuai harapan.
Namun performa yang ditunjukkan, termasuk keberanian menyerang dan upaya menekan lawan, menjadi catatan positif untuk evaluasi ke depan.




