Emas Naik 4 Hari Beruntun, Harapan Deeskalasi Iran Angkat Harga

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Harga emas dunia naik empat hari berturut-turut pada Rabu (1/4/2026) seiring melemahnya dolar Amerika Serikat (AS).

Emas Naik 4 Hari Beruntun, Harapan Deeskalasi Iran Angkat Harga. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga emas dunia naik empat hari berturut-turut pada Rabu (1/4/2026) seiring melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) dan reli aset berisiko lainnya di tengah harapan tentatif meredanya konflik di Timur Tengah.

Emas spot naik 1,95 persen menjadi USD4.758,07 per troy ons.

Baca Juga:
Saham Konglomerat Unjuk Gigi Lagi, Masih Jauh dari ATH Jelang FTSE dan MSCI

Dolar AS melemah untuk hari kedua berturut-turut, membuat emas yang dihargakan dalam greenback menjadi lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

“Harga emas bisa kembali bergerak di atas USD5.000 per troy ons jika kita berada di jalur de-eskalasi, karena ekspektasi pemangkasan suku bunga bisa kembali menguat,” ujar senior market strategist di RJO Futures, Bob Haberkorn, dikutip Reuters.

Baca Juga:
Presiden Prabowo Tiba di Tanah Air Usai dari Jepang dan Korsel, Bawa Oleh-Oleh Ini 

“Fokus pasar tertuju pada Iran dan Selat Hormuz—bagaimana konflik ini berkembang dan seperti apa arah ke depan,” imbuh dia.

Presiden AS Donald Trump menyatakan dalam unggahan Truth Social bahwa presiden Iran meminta gencatan senjata, namun juru bicara kementerian luar negeri Iran menyebut pernyataan tersebut tidak benar dan tidak berdasar.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Menguat Usai Trump Beri Sinyal Akhiri Perang Timur Tengah

Trump dijadwalkan menyampaikan pidato kepada publik pada pukul 08.00 WIB Kamis, sementara Axios sebelumnya melaporkan adanya pembahasan terkait gencatan senjata.

“Berakhirnya konflik bisa menjadi pedang bermata dua bagi emas. Di satu sisi, perdamaian yang berkelanjutan akan menghilangkan permintaan safe haven yang sebelumnya menopang harga,” kata analis pasar IG Tony Sycamore.

Di sisi lain, lanjut Sycamore, turunnya harga minyak dan meredanya inflasi dapat menghidupkan kembali ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada 2026, yang diperkirakan membantu harga emas.

Emas spot tercatat turun lebih dari 11 persen sepanjang Maret setelah lonjakan harga energi akibat perang Iran memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong pasar mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga.

Logam mulia umumnya dipandang sebagai lindung nilai saat terjadi gejolak geopolitik dan inflasi, namun suku bunga tinggi mengurangi daya tarik aset yang tidak memberikan imbal hasil tersebut.

Laporan ketenagakerjaan ADP menunjukkan perekrutan sektor swasta AS meningkat stabil pada Maret.

Penjualan ritel AS juga naik solid pada Februari, meskipun lonjakan harga bensin berpotensi menekan konsumsi dalam beberapa bulan ke depan.

Di pasar logam lainnya, perak spot naik 1,2 persen menjadi USD76,03 per ons, platinum menguat 1,6 persen ke USD1.979,30, dan paladium naik 1,3 persen ke USD1.495,95. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi: Dukun Pengganda Uang Palsu di Bogor Beraksi Seorang Diri
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BTS Kuasai Tangga Lagu Dunia, Begini Reaksi RM
• 23 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara, Harta Bisa Dirampas Negara Jika Tak Bayar Denda Rp137 Miliar
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Trump Ancam Bikin Iran Kembali ke Zaman Batu, Teheran Bilang Gini
• 6 menit laludetik.com
thumb
Free Float Naik, Pasar Modal RI Makin Menarik
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.