Indonesia-Korsel Kerja Sama Investasi Rp173 Triliun, dari Energi Bersih hingga AI

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa Indonesia dengan Korea Selatan telah menandatangani 10 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan nilai US$10,2 miliar atau Rp173 triliun.

Usai menghadiri forum 'Indonesia-Korea Partnership for Resilient Growth' di Korea Selatan, Airlangga menjelaskan bahwa terdapat 10 MoU yang ditandatangani kedua negara. Kerja sama investasi itu menyasar sektor energi dan green transition, tenaga surya, carbon capture and storage (CCS), renewable energy, serta industri dan manufaktur, baik baja, baterai, hingga transportasi ramah lingkungan.

Selain itu, investasi juga menyasar sektor digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Lalu, properti dan infrastruktur termasuk pengembangan di Bumi Serpong Damai (BSD).

Terdapat pula kerja sama bisnis dan asosiasi antara Kadin serta KCCI, terutama untuk mendorong komitmen bisnis. Lalu, investasi juga terkait dengan pasok baterai, serta investasi manufaktur teknologi. Investasi perusahaan Korea Selatan seperti POSCO pun dilanjutkan. 

Kemudian, terdapat pula tawaran dari Lotte Chemical yang mengundang Danantara untuk masuk sebagai investor. 

"Ini sebuah angka yang sangat signifikan karena Indonesia dalam situasi geopolitik yang tidak menentu ini masih menjadi daya tarik bagi para investor," kata Airlangga pada Rabu (1/4/2026).

Baca Juga

  • Saling Rangkul Indonesia dan Korea Selatan di Tengah Gejolak Geopolitik
  • Prabowo Bertemu Presiden Korea Selatan, Perkuat Kerja Sama Hadapi Tantangan Geopolitik

Dia menjelaskan bahwa sebelumnya di Jepang, Indonesia juga telah menandatangani MoU terkait investasi dengan nilai US$23,6 miliar atau Rp401 triliun. Sejumlah sektor disasar antara lain energi dan transisi energi, minyak dan gas terutama untuk proyek Masela, industri dan hilirisasi, keuangan, hingga investasi kelembagaan melalui JETRO dan Kadin.

"Artinya dari kunjungan Bapak Presiden di kedua negara ini [Jepang dan Korea Selatan] menghasilkan komitmen investasi sebesar Rp574 triliun," kata Airlangga.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani menjelaskan bahwa di Korea Selatan, pemerintah juga bertemu dengan 11 pengusaha besar. 

"Dan ini juga mereka bisa menyampaikan langsung ke Bapak Presiden [Presiden RI Prabowo Subianto] inputnya, kemudian feedback-nya, dan juga apa kendala-kendalanya yang memang mereka ada di Indonesia. Bapak Presiden sangat responsif dan sangat terbuka," katanya.

Menurutnya, di tengah gejolak geopolitik yang panas, minat investasi dari Jepang dan Korea Selatan ke Indonesia masih tinggi. Menurutnya, Jepang merupakan investor nomor 5 terbesar di Indonesia. Lalu, Korea Selatan menempati urutan 7 sebagai investor terbesar. 

"Kalau kita lihat juga investasinya juga meningkat secara average itu Korea setiap tahunnya sekitar 14%, Jepang juga sekitar 8-9% setiap tahunnya," ujar Rosan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Waspadai 7 Kondisi yang Bikin Kamu Sering Merasa Haus Berlebihan
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
Jadwal Final Four Proliga 2026, Kamis 2 April: Ada Jakarta Pertamina Enduro vs Electric PLN, Kawan Lama Megawati Hangestri Turun Gunung
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemkot Yogyakarta Raih Opini WTP ke-17 Berturut-turut dari BPK
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Hari Pernikahan Makin Dekat, Jennifer Coppen & Justin Hubner Pamer Foto Prewedding
• 16 jam lalucumicumi.com
thumb
Jaga Kebersihan Kota, Pemkot Madiun Kaji Relokasi PKL Alun-Alun
• 13 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.