Pantau - Komisi Eropa mengumumkan tambahan bantuan kemanusiaan sebesar 2 juta euro untuk Kuba guna membantu penanganan krisis energi serta kesulitan distribusi pangan dan air bersih.
Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung mitra kemanusiaan Uni Eropa dalam menyalurkan bantuan darurat kepada kelompok paling rentan di negara tersebut.
“Melihat kondisi kemanusiaan di Kuba yang semakin memburuk, Komisi Eropa menyalurkan tambahan 2 juta euro bantuan kemanusiaan,” demikian pernyataan resmi.
Dana itu melengkapi alokasi sebelumnya sebesar 4 juta euro untuk kawasan Karibia serta bantuan pascabadai Melissa pada 2025.
Secara total, hampir 6 juta euro telah digelontorkan sepanjang tahun ini untuk mendukung respons darurat di Kuba.
Krisis Energi dan Dampak GeopolitikKrisis di Kuba diperparah oleh terganggunya pasokan energi setelah Venezuela menghentikan suplai minyak ke negara tersebut.
Kondisi ini menyebabkan distribusi kebutuhan pokok seperti pangan dan air bersih ikut terdampak.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 29 Maret menyebut Kuba sebagai “negara yang gagal” dan menyatakan negara tersebut akan menjadi “sasaran berikutnya” tanpa merinci langkah lanjutan.
Kebijakan AS juga mencakup rencana pengenaan tarif impor bagi negara yang memasok minyak ke Kuba.
Dukungan Internasional dan Ketahanan PanganSituasi tersebut mendorong perhatian internasional terhadap kondisi kemanusiaan di Kuba.
Komisi Eropa menegaskan bantuan difokuskan pada penguatan logistik distribusi bantuan agar tepat sasaran.
Langkah ini diharapkan dapat membantu menjaga ketahanan pangan dan akses air bersih bagi masyarakat terdampak krisis.




