Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Partisipasi berbagai pemangku kepentingan di sektor pendidikan terus menguatkan pelaksanaan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), salah satunya melalui penguatan pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) di satuan pendidikan, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Program ini dijalankan oleh alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang tergabung dalam program Alumni Pejuang Digital.
Program tersebut merupakan tindak lanjut dari percepatan digitalisasi pembelajaran sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2026. Setelah perangkat IFP didistribusikan ke lebih dari 288 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia, pemerintah kini memfokuskan upaya pada optimalisasi pemanfaatan perangkat dalam kegiatan belajar mengajar.
Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto, mengatakan bahwa transformasi digital pendidikan tidak cukup hanya dengan menyediakan perangkat, tetapi harus diikuti dengan pemanfaatan yang maksimal dalam pembelajaran.
“Digitalisasi pembelajaran harus bergerak dari distribusi menuju pemanfaatan yang maksimal. IFP harus menjadi bagian dari proses belajar sehari-hari yang mendorong interaksi, kreativitas, dan inovasi di kelas,”kata Gogot dalam keterangan tertulis, Kamis, 2 April 2026.
Ia menjelaskan, program Alumni Pejuang Digital dirancang untuk menjangkau sekolah yang memiliki keterbatasan akses, sekaligus memperkuat kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran.
Para alumni LPDP tidak hanya memberikan pelatihan teknis penggunaan IFP, tetapi juga mendampingi guru dalam menyusun materi ajar digital, menerapkan pembelajaran interaktif, serta membangun kebiasaan belajar berbasis teknologi di sekolah.
Direktur Utama LPDP, Sudarto, menyampaikan bahwa keterlibatan alumni dalam program ini merupakan bentuk kontribusi nyata penerima beasiswa negara dalam mendukung pembangunan pendidikan nasional.
“Program ini juga mendorong terbentuknya jejaring pembelajaran antarsekolah melalui konsep community of practice. Sekolah di berbagai daerah didorong untuk saling terhubung, berbagi praktik baik, dan mengembangkan inovasi pembelajaran secara kolaboratif,”ungkap Sudarto.
Program Alumni Pejuang Digital melibatkan 150 alumni LPDP yang akan ditugaskan selama tiga bulan di empat kabupaten, yakni Sumedang, Kupang, Halmahera Utara, dan Merauke. Selama masa penugasan, para peserta akan fokus pada lima aspek utama, yaitu optimalisasi pemanfaatan IFP dalam pembelajaran, pengembangan media interaktif, peningkatan kompetensi guru, penguatan ekosistem digital di sekolah, serta pendampingan manajerial bagi kepala sekolah.
Sebelum diterjunkan ke daerah penugasan, seluruh peserta telah mengikuti pembekalan intensif selama sembilan hari dengan total 63 jam pelajaran. Pembekalan tersebut mencakup materi pedagogik, literasi digital, praktik penggunaan IFP, hingga komunikasi lintas budaya.
Editor: Redaksi TVRINews





