Jakarta, VIVA – Isu kebijakan pemerintah hingga dinamika industri global menjadi perhatian pembaca kanal VIVA Otomotif pada Rabu, 1 April 2026. Mulai dari update harga BBM terbaru di awal bulan, program pemutihan pajak kendaraan, hingga langkah mengejutkan raksasa mobil listrik dunia, BYD. Berikut tiga artikel yang paling banyak dibaca.
1. Harga BBM 1 April 2026: Pertamina, Vivo, dan BP, Mana yang Paling Murah?
- VIVA/Mohammad Yudha Prasetya
Harga bahan bakar kembali menjadi sorotan di awal April 2026. Banyak masyarakat menunggu apakah akan terjadi penyesuaian harga, terutama setelah muncul berbagai spekulasi di media sosial.
Faktanya, pemerintah memastikan tidak ada perubahan harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi. Pertalite tetap di Rp10.000 per liter dan Pertamax di kisaran Rp12.300 per liter, sementara BBM dari SPBU swasta seperti BP dan Vivo juga masih berada di level yang relatif sama dengan bulan sebelumnya , sehingga masyarakat masih bisa merencanakan pengeluaran bahan bakar tanpa perubahan signifikan, baca selengkapnya.
2. Daftar Pemutihan Pajak Kendaraan April 2026
- ANTARA FOTO/Rosa Panggabean
Program pemutihan pajak kendaraan kembali menjadi kabar yang ditunggu-tunggu masyarakat di berbagai daerah. Kebijakan ini memberikan keringanan berupa penghapusan denda keterlambatan pembayaran pajak.
Artikel ini merangkum wilayah yang menerapkan program tersebut beserta periode berlakunya. Dengan adanya pemutihan, pemilik kendaraan memiliki kesempatan untuk melunasi kewajiban tanpa beban denda, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan administrasi kendaraan, baca selengkapnya.
3. BYD PHK 100.000 Karyawan, Padahal Lagi Jaya-jayanya
- Carnewschina
Kabar mengejutkan datang dari produsen mobil listrik asal China, BYD. Di tengah performa penjualan yang masih kuat, perusahaan ini justru memangkas sekitar 100 ribu karyawan atau sekitar 10 persen dari total tenaga kerja.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi efisiensi dan restrukturisasi bisnis di tengah persaingan industri kendaraan listrik yang semakin ketat. Meski pendapatan dan penjualan tetap tinggi, tekanan margin serta investasi besar di teknologi membuat perusahaan harus menata ulang operasionalnya , baca selengkapnya.





