Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan adanya laporan kerusakan bangunan usai gempa magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Kamis (2/4).
“Hingga saat ini terdapat laporan dampak kerusakan di Gedung KONI Sario Manado dan Gereja Kalvari di Pulau Batang Dua, Kota Ternate yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut,” ucap Faisal dalam konferensi pers daring, Kamis (2/4).
Selain itu, Faisal menyebut terdapat beberapa kerusakan pada rumah hingga pabrik di Ternate.
“Gempa bumi ini dirasakan di Kota Ternate dengan intensitas V-VI (5 sampai 6) skala MMI, yaitu getaran dirasakan oleh semua penduduk, kebanyakan terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh, cerobong asap pada pabrik rusak, serta terjadi kerusakan ringan pada tiap-tiap bangunan,” tutur Faisal.
Gempa tersebut sebelumnya terjadi di wilayah Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, dan berpotensi tsunami di sejumlah daerah.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini berpotensi tsunami di wilayah Kota Ternate, Halmahera, Tidore, dan Bitung dengan status siaga, dengan ketinggian tsunami diperkirakan 0,5 hingga 3 meter,” tuturnya.
BMKG juga mencatat adanya gempa susulan setelah kejadian utama. Getaran lanjutan ini masih terus dimonitor untuk mengetahui perkembangan situasi di lapangan.
“Hingga pukul 07.00 Waktu Indonesia Barat, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 11 aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock dengan magnitudo terbesar yaitu 5,5,” tambahnya.
Selain itu, BMKG mendeteksi kenaikan muka air laut di beberapa wilayah yang terdampak.
“Hasil observasi muka air laut tsunami terdeteksi di tiga lokasi yang baru masuk, yaitu Halmahera Barat pukul 06.08 dengan ketinggian 0,3 meter. Kemudian Bitung pada pukul 06.15 dengan ketinggian 0,2 meter, dan Minahasa Utara pukul 06.16 Waktu Indonesia Barat dengan ketinggian 0,75 meter,” ucap Faisal.
BMKG menegaskan pemantauan masih dilakukan karena potensi tsunami belum sepenuhnya berakhir.
“Kemudian saat ini tsunami masih diperkirakan berlangsung dan BMKG terus memonitor. Kami akan memberikan konferensi pers lanjutan dengan informasi yang lebih detail setelah peringatan dini tsunami diakhiri,” tandasnya.





