Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Sekretaris Jenderal Kementerian Haji (Kemenhaj), Teguh Dwi Nugroho, menyampaikan optimisme terhadap penguatan tata kelola keuangan di lingkungan kementerian yang dinilai akan semakin baik dan akuntabel seiring proses transisi kelembagaan yang tengah berlangsung.
Menurut Teguh, pembentukan Kemenhaj sebagai amanah Presiden menjadi momentum penting untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh, termasuk dalam aspek perencanaan dan pengelolaan keuangan. Transformasi tersebut diarahkan untuk membangun sistem yang lebih terintegrasi, transparan, dan profesional.
“Kami memandang proses ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi kelembagaan, khususnya dalam pengelolaan keuangan yang lebih efektif dan akuntabel,” ujar Teguh dalam keterangan tertulis, Kamis, 2 April 2026.
Ia menjelaskan, saat ini Kemenhaj tengah menyusun Rencana Strategis (Renstra) sebagai pedoman arah kebijakan dan program ke depan. Penyusunan tersebut dilakukan secara komprehensif guna memastikan keselarasan antara perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan program.
Di sisi lain, penguatan tata kelola keuangan juga dilakukan melalui penataan mekanisme pembayaran gaji dan tunjangan kinerja yang kini diarahkan lebih terpusat melalui Biro Keuangan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, ketertiban administrasi, serta akurasi dalam pengelolaan anggaran.
Selain pembenahan sistem, Kemenhaj juga mendorong penerapan budaya kerja yang profesional dan berintegritas. Upaya tersebut dilakukan, antara lain, melalui pemberian apresiasi kepada aparatur yang berprestasi sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Teguh menegaskan bahwa masa transisi kelembagaan merupakan fase krusial yang membutuhkan komitmen dan sinergi dari seluruh jajaran. Dengan semangat tersebut, Kemenhaj optimistis dapat menghadirkan tata kelola keuangan yang lebih baik guna mendukung pelayanan penyelenggaraan ibadah haji yang optimal.
Editor: Redaksi TVRINews





