Warga di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara diimbau memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke rumah usai gempa berkekuatan 7,6 magnitudo yang mengguncang kawasan tersebut. Imbauan ini disampaikan BMKG guna mengantisipasi potensi bahaya dari kerusakan struktur bangunan.
Plh Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Fachri Radjab, meminta masyarakat tidak langsung memasuki bangunan tanpa memastikan keamanannya.
“Kami mengimbau sebelum memasuki rumah ataupun bangunan mohon bisa diperiksa lagi kondisi struktur bangunan apabila masih terdapat kerusakan-kerusakan ataupun retak-retak struktur itu perlu menjadi perhatian dan tidak langsung masuk ke dalam bangunan,” kata Fachri dalam konferensi pers daring, Kamis (2/4).
Ia menegaskan pemeriksaan kondisi bangunan penting dilakukan untuk meminimalkan risiko jika terdapat kerusakan akibat gempa.
“Jadi dilakukan pemeriksaan struktur bangunan lebih dulu sebelum kembali masuk ke rumah masing-masing,” ujarnya.
Gempa tersebut terdeteksi pada pukul 05.48 WIB. BMKG mencatat, 11 gempa susulan terjadi berkekuatan hingga 5,5 magnitudo.
Selain itu, tsunami juga terdeteksi di sejumlah wilayah, dari Halmahera Barat, Bitung, Minahasa Utara, hingga Belang.
Gempa juga mengakibatkan seorang warga di Manado, Sulawesi Utara, meninggal karena tertimpa reruntuhan. Satu orang lainnya dilaporkan mengalami patah kaki.





