BEKASI, KOMPAS — Kebakaran melanda stasiun pengisian bulk elpiji di Cimuning, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (1/4/2026) malam. Kebakaran diduga karena ada gas yang bocor dari tabung utama. Sebanyak 12 orang dilaporkan mengalami luka bakar dalam kejadian tersebut.
Pemadaman stasiun pengisian bulk elpiji (SPBE) itu berlangsung mulai pukul 21.09 WIB hingga pukul 03.45 WIB. ”(Pemicunya) Diduga kebocoran gas dari tabung utama,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi Heryanto, Kamis (2/4/2026).
Titik awal kebakaran berada di dalam area SPBE. Saat itu terjadi satu kali ledakan saat pengisian mobil tangki gas.
Api kemudian merambat ke area seluas 2.000 meter persegi tersebut. Selain SPBE, 19 rumah dan dua kios di sekitar SPBE terbakar.
Kebakaran juga mengakibatkan 12 orang mengalami luka bakar. Mereka dirawat di Rumah Sakit Kartika Husada, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, RSUD Kabupaten Bekasi, dan Rumah Sakit Citra Arafiq.
”Luka bakar cukup serius. Ada yang 60-70 persen,” kata Kepala Polres Metro Bekasi Kota Komisaris Besar Kusumo Wahyu Bintoro.
Polres Metro Bekasi Kota masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. Posko penanggulangan bencana akan didirikan untuk mendata dampak kebakaran, termasuk terkait penyediaan tempat tinggal sementara.
Hampir tujuh jam 100 pemadam kebakaran berjibaku menjinakkan si jago merah. Mereka menggunakan foam atau busa khusus untuk mengatasi kebakaran dari gas.
Petugas di lokasi juga ekstra hati-hati karena ada potensi ledakan susulan. Satu tangki gas berkapasitas besar berhasil dilokalisir.
"Kalau (tangki gas) ikut terbakar, dampaknya bisa makin luas," ujar Heryanto.
Asesmen pascakebakaran oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi menyebutkan, lapak rongsokan, lapak makanan, warung kopi, enam truk di SPBE, dan tujuh sepeda motor rusak berat. Sementara empat kios dan SPBE rusak sedang. Adapun 10 rumah dan satu mushala rusak ringan.





